RADAR BOGOR – Sambil berjalan kaki di pagi hari, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memperhatikan kondisi cuaca dan membandingkan bagaimana hujan bisa menjadi berkah bagi petani, tetapi masalah bagi warga kota.
Bagi petani, menurutnya hujan merupakan berkah tetapi bagi warga kota, hujan bisa menjadi pemicu banjir akibat drainase yang menyempit dan sampah yang menumpuk.
Dedi Mulyadi menyebut masalah banjir di perkotaan seringkali disebabkan oleh drainase yang menyempit, sampah yang menumpuk, dan saluran air yang tidak terkelola dengan baik.
Gubernur Jawa Barat juga menekankan dalam situasi seperti ini, sikap pemimpin yang tegas sangat dibutuhkan.
"Diperlukan sikap yang tegas dari kepala daerahnya untuk mengambil keputusan-keputusan yang tepat," ujar Dedi Mulyadi dilansir dari Instagram @dedimulyadi71.
Dedi menambahkan bahwa seorang pemimpin harus berani mengambil kebijakan yang mungkin tidak populer dan siap menghadapi kritikan.
"Berani tidak populer dan berani dicaci maki, dan itu risiko pemimpin," tegasnya.
Mantan Bupati Purwakarta ini kemudian mengucapkan terima kasih kepada para bupati dan wali kota yang telah patuh pada arahan dan berani mengambil keputusan yang efektif di lapangan.
Baca Juga: Calon Pelamar CPNS Merapat, Simak 10 Perubahan Penting di Seleksi 2026, Ada Tes yang Bisa Diulang
Meskipun ia mengakui bahwa banjir belum bisa dihilangkan sepenuhnya, tetapi Gubernur Jawa Barat tersebut tetap mengapresiasi upaya para pemimpin daerah karena berhasil menurunkan angka genangan air.
Secara khusus, Dedi Mulyadi memberikan pujian dan ucapan terima kasih kepada Bupati Bogor.
Pria kelahiran 1971 ini menyoroti respons cepat Bupati Bogor dalam menanggapi keluhan warga di sekitar IPB terkait jalan yang rusak.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bogor kemarin sudah cepat merespons keluhan warga di sekitar IPB yang jalannya mengalami kerusakan," katanya.
Dedi Mulyadi melanjutkan dengan kabar baik bahwa tim dari pemerintah setempat sudah turun ke lokasi dan perbaikan jalan tersebut akan segera dilakukan tahun ini.***
Editor : Eka Rahmawati