RADAR BOGOR - Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.
Dalam kunjungannya, ia mengimbau kepada para pekerja di TPA Galuga untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas di tempat pembuangan sampah tersebut.
Menurut Ade Ruhandi atau disapa Jaro Ade, meski musibah longsor yang terjadi di TPA Galuga berada di lahan milik Pemerintah Kota Bogor, namun ini menjadi perhatian bagi Pemkab Bogor.
"Saya perlu memastikan turun ke TPAS Galuga untuk bertemu dengan para operator, para pekerja yang ditugaskan di TPU Galuga. Terutama mengimbau agar lebih kepada kehati-hatian sehingga dalam pekerjaan diawali dengan berdoa, tetapi utamakan keselamatan," ungkapnya kepada Radar Bogor, Selasa 12 Agustus 2025.
Selama ini, kata dia, Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kota Bogor cukup sinergi dalam menangani persoalan sampah di TPA Galuga.
Saat ini pun, kajian-kajian terus dilakukan terutama terkait rencana penambahan lahan yang diberikan Pemkot Bogor untuk Pemkab Bogor.
"Kecamatan dan desa juga sudah mengusulkan untuk perluasan 12,5 hektare, hingga kami menunggu kajian dari DLH Kabupaten Bogor. Mudah-mudahan dari DLH sudah menyiapkan lahan yang perlu dibebaskan, yang menjadi prioritas," terang Jaro Ade.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyerap sejumlah aspirasi warga yang bekerja di TPA Galuga di antaranya penambahan alat berat, penerangan, sirine tanda bahaya serta kampung yang mulai terdampak sampah di TPA Galuga.
"Kita berharap ke depan dari kerja sama yang sudah dirancang Pemkot dan Pemkab Bogor sesuai kebijakan, mendapatkan dukungan Dari gubernur dan pemerintah pusat. Karena persoalan sampah yang ada di TPA Galuga tentu harus sesuai regulasi," tandasnya.
Untuk diketahui, peristiwa longsor terjadi di TPA Galuga pada Senin (11/8) hingga memakan korban jiwa. Korban diketahui bernama Agus Haris Mulyana (54) yang merupakan ASN di DLH Kota Bogor.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Saat kejadian, korban yang bekerja sebagai operator alat berat tengah menata posisi tumpukan sampah di TPA Galuga.
"Tiba-tiba tumpukan sampah amblas ke dalam sehingga bulldozer masuk ke dalam tumpukan sampah dan tertutup sampah. Kemudian pada saat kejadian ada rekan kerja sesama operator yang melihat selanjutnya memanggil lainnya untuk mengevakuasi korban," jelas Kapolsek Cibungbulang, Kompol Heri Hermawan.
Nahas, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan luka berat pada bagian kepala. Kemudian jasad korban dievakuasi ke RSUD R. Moh. Noh Nur, Leuwiliang dan telah dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan.(cok)
Editor : Alpin.