RADAR BOGOR - Tebing longsor mengancam rumah warga di daerah aliran Sungai Cidurian, di Kampung Peuteuy, Desa Kalongsawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.
Hujan deras yang cukup lama pada Rabu 13 Agustus 2025 mengakibatkan aliran Sungai Cidurian meluap hingga mengikis bangunan yang berada di sisi sungai.
Salah satunya rumah milik Hasan Basri. Berada persis di bantaran Sungai Cidurian, rumahnya kini terancam terbawa arus sungai.
"Sudah sering kejadian longsor di aliran Sungai Cidurian, sekarang menimpa rumah saya. Saya minta tolong ke pemerintah, takut rumah saya roboh," ujarnya kepada Radar Bogor, Kamis 14 Agustus 2025.
Sementara itu, Kepala UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah V, Esda Permana Lukman membenarkan adanya tanah longsor di aliran Sungai Cidurian.
Berdasarkan hasil peninjauannya, longsoran setinggi kurang lebih 4,5 meter dengan panjang sekitar 35 meter terjadi akibat tingginya debit air sungai.
Beban arus dari aliran sungai diduga menjadi penyebab utama pergerakan tanah di wilayah tersebut.
"Kami telah mengusulkan penanganan permanen dengan pembangunan TPT (Tembok Penahan Tanah) agar tidak terjadi kerusakan lebih parah dan demi keselamatan warga," kata Esda.
Saat ini, kata dia, Dinas PUPR Provinsi Jawa Barat telah memberikan bantuan berupa 100 bronjong untuk menahan tebing Sungai Cidurian.
"Kejadian ini telah kami laporkan dan tengah ditindaklanjuti oleh Pemprov Jabar," tandasnya.(cok)
Editor : Alpin.