RADAR BOGOR – Ketersediaan beras premium di Kabupaten Bogor mulai mengalami kelangkaan.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, yang menyebutkan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh faktor hukum dan sikap pengusaha beras.
“Jadi gini, kalau beras premium ini kan beras yang dijual di level toko-toko yang elite, memang kemarin itu ada semacam penyelidikan yang dilakukan aparat penegak hukum terkait beras yang dioplos antara beras premium, medium, dan sebagainya,” ujar Teuku kepada Radar Bogor, Sabtu, 16 Agustus 2025.
Menurutnya, penyelidikan itu berdampak langsung pada resistensi dari para pengusaha yang mana banyak pengusaha memilih menahan distribusi beras premium untuk sementara waktu.
“Akibat itu, dugaan saya terjadi resistensi dari pengusaha untuk menggulirkan lagi, menjual lagi beras premium, karena pasti pengusaha akan tahan dulu kegiatan berusahanya apalagi, kemarin sudah ada yang menjadi tersangka dan akan masuk pengadilan,” jelas Teuku.
Kondisi ini kata Teuku menyebabkan pasokan beras premium di pasaran semakin berkurang.
“Oleh karena itu, pengusaha pasti akan menahan dulu, jadi tidak melakukan kegiatan menjual beras, khususnya beras premium, karena hampir semua beras kan tercampur,” tandasnya. (cr1)