RADAR BOGOR - Polres Bogor mengungkapkan kronologi terjadinya keributan antar kampung di Kampung Peuteuy, Desa Kalongsawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor pada Minggu 17 Agustus 2025 pukul 19.30 Wib.
Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi saat pertandingan bola antar kampung di Kampung Kalongdagul usai.
Setelah menyelesaikan pertandingan, kata dia, warga kampung Sapi beranjak pulang ke kampung halamannya melewati Kampung Peuteuy.
"Terus kan lewat kampung peuteuy pas lewat kampung peuteuy dilempari batu," ujarnya kepada Radar Bogor, Senin 18 Agustus 2025.
Baca Juga: Pasar Citayam Jadi Sentra Ekonomi di Perbatasan Bogor - Depok, Sediakan 730 Kios untuk Pedagang
Menurutnya, merasa tak terima dilempari batu oleh warga kampung peuteuy, warga kampung parung sapi berkumpul lagi dengan maksud menyerang kembali warga kampung peuteuy.
"Lewat biasa pakai motor bising terus dilemparin, habis itu nyerang lagi. Dilempari pakai batu. Kan lewat kampung peuteuy kalo mau balik dari lapangan," jelas dia.
Akibat bentrokan yang terjadi itu, kata dia, mengakibatkan satu orang meninggal dunia terkena luka tusukan di bagian perut dan tiga lainnya alami luka.
"Iya, meninggal satu. Meninggal dunia karena dibacok. Korban juga info awal bawa parang cuman masih kita dalami dulu.
Kita masih periksa saksi-saksi. Kalo diliat di video kan pada pake parang. Korban kena tusuk diperut sebelah kanan," imbuh dia.
Baca Juga: Wali Kota Bogor Dedie Rachim Tegaskan Pramuka Harus Ambil Bagian untuk Wujudkan Kemandirian Pangan
Kata dia, setelah kejadian pada minggu malam itu korban pun langsung diotopsi di RSUD Leuwiliang.
"Kita masih nunggu otopsi tadi malam keluarganya, pas kita datang kesana keluarganya berkenan diotopsi. Otopsi di RSUD Leuwiliang," tutur dia.
Begitupun, kata dia, usai tawuran terjadi dirinya langsung mengirimkan 75 anggota kepolisian untuk menjaga keamanan.
"Untuk anggota sudah jaga semua pas pemakaman juga kita kawal. Dimakamkan tadi pagi jam 09.45 Wib," ujar dia.
Atas kejadian ini, Wikha mengimbau, kepada pihak-pihak keamanan terkait agar bisa meredam amarah warga agar tidak kembali terjadi keributan.
"Tadi malam saya sudah kumpulan ormas, kepala desa, ada Polsek dan Danramil. Kita imbau biar bisa meredam warganya masing-masing biar gak ada gesekan labih lanjut," pungkasnya.(rp2)
Editor : Alpin.