RADAR BOGOR – Penerapan sistem satu arah (SSA) di lingkar Pasar Citeureup belum sepenuhnya dipatuhi para pengguna jalan.
Masih terlihat sejumlah pengendara motor maupun mobil yang nekat melawan arus lalu lintas, meski aturan itu untuk mengurai kemacetan parah di kawasan Pasar Citeureup, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Kapolsek Citeureup, AKP Ari Nugroho, mengakui bahwa pelanggaran lalu lintas masih sering terjadi di lingkar Pasar Citeureup. Pihaknya sudah beberapa kali melakukan sosialisasi hingga penindakan berupa tilang.
“Pengguna jalan yang masih melanggar sudah sering diingatkan dan beberapa kali dilakukan penilangan. Dari Polsek setiap pagi juga selalu mengingatkan pada saat gatur pagi,” ujarnya kepada Radar Bogor, Selasa 19 Agustus 2025.
Ari menambahkan, pelanggaran tersebut tidak hanya menyebabkan kemacetan, tetapi juga membahayakan keselamatan. Bahkan, kecelakaan pernah terjadi bulan lalu akibat pengendara yang melawan arus.
“Kecelakaan itu terjadi pada malam hari, dan korbannya adalah pengendara yang melawan arah. Keluarganya tidak menuntut karena sadar kalau korbannya yang salah. Ya, risikonya begitu,” jelasnya.
Berbagai upaya sudah dilakukan kepolisian, mulai dari pemasangan spanduk, banner, hingga rambu lalu lintas. Namun, kesadaran pengendara masih rendah.
“Rambu-rambu lalu lintas itu hanya jadi pemandangan bagi mereka. Jangankan rambu-rambu, kalau ada polisi pun, saat mereka merasa tidak terlihat tetap saja melawan arah,” tegas Ari.
Untuk meminimalisasi pelanggaran, pihak Polsek berencana menambah personel yang berjaga pada jam-jam sibuk, baik pagi maupun sore hari, agar lalu lintas sistem satu arah di lingkar Pasar Citeureup lebih tertib dan aman. (cr1)
Penulis : Muhammad Ali
Editor : Yosep Awaludin