RADAR BOGOR – Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (Umbara) bekerja sama dengan Densus 88 AT Polri menggelar talkshow bertajuk Ngobrolin Santai Kemerdekaan dengan tema “Hilangkan Kebencian, Menuju Persatuan, dalam Bingkai Perbedaan.”
Kegiatan ini berlangsung pada Rabu 20 Agustus 2025, di aula Kampus 1 Umbara.
Acara menghadirkan dua narasumber, yakni Iptu Rudiana Bachrie, selaku Katim 2 Subdit Kontra Ideologi Ditcegah Densus 88 AT Polri, serta Ramdhan Agung Giri Nugroho Founder sekaligus Koordinator Pusat Forum Cendikiawan Muda Indonesia.
Talkshow dipandu langsung oleh Presiden Mahasiswa Umbara, Tata Wiguna.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor III Umbara, Direktur Kemahasiswaan, serta para ketua organisasi mahasiswa.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Umbara, Naufal Ramadian menekankan pentingnya kegiatan tersebut bagi mahasiswa.
“Acara ini sangat penting sebagai bahan reflektif untuk mahasiswa, karena persoalan-persoalan di masyarakat itu tidak mudah untuk ikut dan berkecimpung dalam dunia masyarakat. Jadi perlu penguatan. Harapannya, semoga acara ini bermanfaat,” ujarnya.
Iptu Rudiana Bachrie dalam pemaparannya menegaskan, kebencian merupakan akar dari berbagai permasalahan sosial.
“Yang namanya kebencian, itu merupakan bibit dari akar-akar sebuah permasalahan. Kita perlu menghilangkan kebencian yang selalu tertanam dalam diri kita,” ungkapnya.
Sementara itu, Ramdhan Agung Giri Nugroho menekankan bahwa perbedaan seharusnya menjadi kekuatan bangsa.
Persatuan dalam perbedaan adalah pondasi kuat untuk menciptakan masyarakat yang adil, damai, dan sejahtera.
Islam menempatkan keadilan dan perdamaian sebagai tujuan hukum, sehingga kebencian harus dihilangkan agar masyarakat dapat hidup harmonis.
"Islam tidak pernah mengajarkan umatnya untuk menjadi miskin dan malas. Sebaliknya, Islam mendorong umatnya untuk bekerja keras, mencari rezeki yang halal, dan bersikap dermawan," tuturnya.
Melalui talkshow ini, Umbara berharap mahasiswa dapat semakin memahami pentingnya mengedepankan persatuan di tengah keberagaman, serta menjadikan kemerdekaan sebagai momentum untuk menumbuhkan sikap toleransi dan menghapus kebencian dalam kehidupan bermasyarakat. (AS)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim