RADAR BOGOR – Pemkab Bogor terus berupaya menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat. Melalui Dinas Ketahanan Pangan, berbagai program disiapkan.
Program itu untuk mengantisipasi kerawanan pangan, terutama di wilayah yang rentan bencana maupun rawan pasokan pangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, mengatakan pemerintah daerah tidak hanya menghadirkan gerakan pangan murah agar masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.
Namun, langkah lain juga disiapkan pemerintah daerah sebagai cadangan ketika kondisi darurat.
"Salah satunya cadangan pangan pemerintah daerah, cadangan pangan ini khusus untuk masyarakat-masyarakat yang terdampak bencana, nah itu kita bagi secara cuma-cuma ya seperti bansos," ujarnya kepada Radar Bogor, Jum'at 22 Agustus 2025.
Ia menegaskan, pembagian cadangan pangan ini bukan dilakukan saat bencana berlangsung, melainkan pasca bencana setelah dilakukan kajian terhadap kondisi kerawanan pangan di wilayah tersebut.
Hal itu bertujuan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran. Menurutnya, bantuan pangan itu juga sudah diberikan kepada masyarakat di beberapa kecamatan.
Salah satu contohnya adalah di wilayah Sukamakmur yang sempat mengalami kondisi kerawanan pangannya.
"Akibat kerawanan pangan kita mensupply pangan kepada masyarakat yang kerawanan pangan, misalnya salah satu contoh kemarin Sukamakmur," kata Teuku.
Selain cadangan pangan, Dinas Ketahanan Pangan juga memiliki program penanganan daerah rawan bencana.
Namun, bantuan yang diberikan bukan hanya berupa beras, melainkan lauk-pauk dan kebutuhan pangan lain sebagai pelengkap gizi masyarakat.
"Terus ada yang namanya penanganan daerah rawan bencana itu juga bantuan memang bukan berupa beras tapi lauk-pauk lainnya, nah itu juga kita masukkan sebagai program untuk menjaga kerawanan pangan," tuturnya.
Tidak berhenti di situ, pemerintah daerah juga menjalankan program berbagi buah dan sayur mayur segar.
Program ini sekaligus mendorong masyarakat untuk mengonsumsi pangan sehat yang diproduksi secara lokal.
"Jadi itu adalah program kita memproduksi buah dan sayur mayur segar, itu dibagikan kepada masyarakat," jelasnya.
Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor juga telah menginisiasi program your grown farming.
Program ini berupa kebun kecil yang tersebar di 40 kecamatan untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses pangan segar dengan mudah.
"Istilahnya kebun perkebunan yang model kecil gitu di 40 kecamatan dan masyarakat langsung bisa dibagikan kalau mereka membutuhkan," pungkas Teuku. (cr1)
Penulis : Muhammad Ali
Editor : Yosep Awaludin