RADAR BOGOR - Anak-anak di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk sampai ke sekolah.
Terutama yang tinggal di kawasan perkebunan teh Nirmala, Desa Malasari, yang hanya memiliki satu akses jalan.
Sebagian anak sekolah di Desa Malasari ada yang diantar orang tuanya menggunakan sepeda motor.
Sebagian lainnya ikut mobil bak jemputan salah seorang warga dengan biaya Rp 2 ribu.
Bagi yang tidak terlalu jauh, anak-anak terkadang berjalan kaki di jalan bebatuan kerikil tengah perkebunan teh.
Salah satunya Unang, siswa kelas 4 di SDN 3 Malasari di Kampung Nirmala. Dia sudah terbiasa berjalan puluhan menit untuk sampai sekolah.
Unang merupakan satu dari 422 anak yang menerima hadiah sepeda dari Bupati Bogor, Rudy Susmanto pada Sabtu 23 Agustus 2025 lalu.
"Terimakasih pak Bupati sepedanya, bisa buat pergi ke sekolah," ungkapnya.
Meski demikian, Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyadari infrastruktur jalan di Desa Malasari belum memadai.
Dari 18 kilometer yang ditargetkan, Pemkab Bogor baru merealisasikan sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer untuk tahap pertama.
"Ini menjadi komitmen bersama, yang terpenting adalah kita akan melakukan percepatan pembangunan infrastruktur khususnya jalan, infrastruktur pendidikan, dan infrastruktur kesehatan," ucap Rudy Susmanto saat menghadiri event Bupati Bogor Cup Tour Malasari Halimun Salak (TMHS) di Desa Malasari, Sabtu 23 Agustus 2025.
Selain itu, ia juga menyatakan akan mengembangkan potensi pariwisata di Desa Malasari.
Menurutnya, Desa Malasari sekarang persis seperti kawasan Puncak pada tahun 60-an. Hamparan kebun teh yang belum tersentuh masifnya pergerakan ekonomi.
Untuk itu, Rudy Susmanto mengaku akan memadukan berbagai potensi Desa Malasari di sektor pariwisata. Tentu diawali dengan pembenahan infratruktur.
"Kita persiapkan dari awal infrastrukturnya, sehingga tertata dari awal dengan baik. Dan ke depan, ini akan menjadi potensi wisata dunia yang tidak kalah dengan wilayah-wilayah lain yang ada di Indonesia," imbuhnya.(cok)