Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Muhammad Arifin, Tukang Bangunan Disabilitas yang Menjadi Konten Kreator Inspiratif

Muhammad Ali • Rabu, 27 Agustus 2025 | 19:48 WIB
Muhammad Arifin, disabilitas yang merupakan konten creator inspiratif saat ditemui Radar Bogor.
Muhammad Arifin, disabilitas yang merupakan konten creator inspiratif saat ditemui Radar Bogor.

RADAR BOGOR – Keterbatasan bukanlah halangan untuk berkarya, seperti dilakukan konten creator bernama Muhammad Arifin (45).

Senyandang disabilitas asal Desa Waringin Jaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, ia bisa berkarya lewat konten kreator.

Berawal dari iseng saat bekerja sebagai tukang bangunan, kini ia dikenal sebagai kreator konten inspiratif dengan karya yang telah ditonton ribuan orang di media sosial.

Arifin telah menekuni dunia konstruksi sejak tahun 2000. Namun pada 2015, musibah besar menimpanya.

Ia mengalami kecelakaan kerja akibat tersengat listrik saat tengah bekerja.

Peristiwa itu membuat pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah ini harus merelakan tangan kanannya diamputasi setelah menjalani operasi di rumah sakit.

Meski sempat terpukul, Arifin enggan berlarut dalam kesedihan.

Ia tetap bekerja sebagai tukang bangunan, sembari iseng merekam aktivitasnya menggunakan kamera ponsel.

Tak disangka, video sederhana yang ia unggah mendapat respons positif dari warganet.

“Ya dulu awalnya iseng aja, pas lagi kerja dan kebetulan waktu senggang banyak, eh ternyata respons penonton lumayan bagus,” ujarnya kepada Radar Bogor, Rabu 27 Agustus 2025.

Konten yang dibuat Arifin mayoritas seputar perawatan rumah, mulai dari menambal bocor, memasang keran, hingga tips memperbaiki pintu.

Ide itu muncul dari kesadaran bahwa hampir semua orang punya rumah, namun tidak semua mampu membayar jasa tukang.

“Jadi dengan video-video itu, mereka bisa memperbaiki sendiri tanpa keluar biaya,” jelasnya.

Sejak aktif membuat konten pada 2018, tepat sebelum pandemi, karya Arifin semakin banyak dilirik.

Meski begitu, ia sempat minder karena merasa berbeda dengan kreator lain yang tampil rapi di layar.

“Awalnya saya bahkan nggak berani bicara di depan kamera, cuma nunjukin media kerjanya aja. Karena minder, saya nggak tampilin muka,” ucapnya.

Namun, dukungan penonton yang merasa terbantu justru membuatnya semakin percaya diri.

Arifin mulai menggunakan narasi voice over untuk menjelaskan proses pengerjaan agar lebih mudah dipahami.

“Saya bikin script dulu biar jelas. Jadi yang penting orang bisa mengerti cara kerjanya, bukan lihat siapa saya,” katanya.

Selain mendapat apresiasi, Arifin kini juga merasakan manfaat finansial.

Pertama kali, ia berhasil meraup Rp2,4 juta dari hasil akumulasi beberapa bulan.

“Itu pas ada video yang lumayan rame. Pernah juga dapat sampai Rp6 juta dari iklan video,” ungkapnya.

Kini, Arifin rutin membagikan karyanya melalui YouTube dan Instagram Disabilitas Punya Cara.

Dalam seminggu, ia bisa mengunggah dua hingga tiga konten, bahkan setiap hari jika ada waktu luang.

“Kalau video pendek bisa sampai tujuh sekaligus saya buat, terus di-upload satu per satu setiap hari,” tuturnya.

Bagi Arifin, menjadi konten kreator bukan sekadar mencari uang. Lebih dari itu, aktivitas ini menjadi sarana belajar sekaligus berbagi ilmu.

Ia bahkan sering mendapat masukan dari penonton yang membuatnya semakin terampil.

“Jadi bukan hanya orang lain yang belajar, saya pun ikut belajar. Dari situ saya semakin semangat untuk terus berkarya,” pungkasnya.

Kisah hidup Arifin menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukan hambatan. Dengan semangat dan konsistensi, ia berhasil menjadikan kekurangan sebagai kekuatan.

Dari seorang tukang bangunan yang kehilangan tangan, Arifin kini tumbuh menjadi konten kreator inspiratif yang memberi manfaat bagi banyak orang.(cr1)

Editor : Alpin.
#konten kreator #inspiratif #disabilitas