RADAR BOGOR – Kebakaran yang terjadi di Jalan Raya Sudimampir, Cimanggis, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Rabu 27 Agustus 2025, ternyata bukan melanda lapak rongsokan
Api justru diduga berasal dari lokasi pembakaran kabel yang berada di belakang lapak rongsokan di Bojonggede tersebut, sementara lapak rongsokannya sendiri aman dan tidak terkena kobaran api.
Jika sebelumnya kebakaran di Bojonggede itu diduga berasal dari puntung rokok, ternyata api kuat diduga berawal dari kebiasaan membakar kabel untuk mengambil tembaganya.
Aktivitas ini sudah lama meresahkan warga, namun seolah dibiarkan begitu saja. Seorang warga berinisial BN mengungkap, hampir setiap hari bau kabel terbakar mengudara di kawasan itu.
“Kalau kronologinya, yang jelas memang aktivitasnya hampir setiap hari mereka bakar kabel. Entah hari ini karena bakarnya kebanyakan atau berlebihan, akhirnya tidak terkendali ditambah angin kencang, terjadilah kebakaran seperti itu,” ujarnya kepada Radar Bogor, Rabu 27 Agustus 2025.
Asap tebal dari pembakaran kabel itu sudah lama menjadi sumber polusi yang mengganggu kesehatan warga.
“Kalau keluhan warga yang jelas ya polusi. Asap dari bakaran itu kan pasti berdampak negatif ke pernapasan, entah cepat ataupun lambat,” kata BN.
Warga sebenarnya tidak tinggal diam. Keluhan sudah disampaikan, namun tidak pernah berbuah tindakan nyata.
“Lapor ya, kita sempat memberikan keluhan walaupun tidak secara resmi ke RT RW. Tapi balik lagi, terkait tindak lanjut bagaimana, kita juga enggak tahu,” tambahnya.
Dugaan bahwa kebakaran dipicu aktivitas pembakaran kabel juga mendapat penguat dari Kapolsek Bojonggede, Kompol Abdullah Safiih. "Iyah, kan itu infonya bakar kabel untuk diambil tembaganya,” tegasnya.
Polisi sendiri membenarkan adanya dugaan praktik bakar kabel menimbulkan pertanyaan serius, mengapa aktivitas berbahaya itu bisa terus berlangsung tanpa ada tindakan tegas? (cr1)
Editor : Yosep Awaludin