Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Inilah Kampung Adat Tertua di Bogor: Warisan Leuit, Rumah Panggung, dan Tradisi Sunda yang Tetap Lestari di Tengah Modernisasi

Khairunnisa RB • Kamis, 28 Agustus 2025 | 17:15 WIB
Kampung Adat Urug sebuah kampung adat tertua di Bogor.
Kampung Adat Urug sebuah kampung adat tertua di Bogor.

RADAR BOGOR – Di balik hamparan perbukitan hijau Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, terdapat sebuah kampung adat yang hingga kini masih teguh menjaga tradisi leluhur yakni Kampung Adat Urug.

Meski modernisasi perlahan merambah desa-desa sekitarnya, Kampung Urug tetap menjadi benteng budaya Sunda dengan rumah panggung, lumbung padi tradisional yang disebut leuit, serta adat istiadat yang masih dijalankan oleh warganya.

Dikutip dari YouTube Agung Galunggung, salah satu ciri khas yang langsung terlihat saat memasuki Kampung Urug adalah keberadaan leuit, lumbung padi tradisional khas Sunda.

Di belakang deretan leuit, hamparan sawah hijau terhampar, bulir padi muda bergoyang tertiup angin. Panorama ini menjadi pengingat bahwa kehidupan masyarakat adat tak bisa dilepaskan dari alam.

Pertanian tetap menjadi sumber utama penghidupan, dan tradisi seperti menumbuk padi menggunakan lumpang alu masih dilakukan di sini.

Di Kampung Urug, kehidupan masyarakat masih dipandu oleh peran penting tetua adat. Salah satunya adalah Abah Raja Ay, yang kini menjabat sebagai ketua adat.

Menurut Abah, keistimewaan Kampung Urug terletak pada kesetiaan warganya dalam menjaga tradisi leluhur.

Baca Juga: Menyusuri Jejak Sesar Citarik di Bogor, Jalur Patahan Aktif di Jawa Barat yang Membentang dari Sukabumi hingga Bekasi

Tidak hanya satu, Kampung Urug memiliki tiga ketua adat yang bersama-sama menjaga harmoni dan memastikan bahwa adat tetap diwariskan ke generasi muda.

Menariknya, Kampung Urug kini menjadi ruang perjumpaan antara tradisi dan modernitas.

Di satu sisi, berdiri rumah-rumah beton modern milik masyarakat, di sisi lain rumah panggung dan leuit tetap tegak berdampingan.

Perpaduan ini mencerminkan cara masyarakat Sunda menghadapi perubahan, terbuka pada kemajuan, tetapi tidak melupakan akar budaya.

Jalan menuju kampung ini pun sudah diperbaiki dengan cor beton berkat dana desa, membuat akses lebih mudah meski jalannya masih menanjak dan berliku.

Modernisasi infrastruktur berjalan, tetapi nuansa adat tetap terjaga. Kampung Urug menjadi pengingat nyata bahwa budaya adalah identitas.

Bagi masyarakat Sunda, adat bukan sekadar masa lalu, melainkan cahaya yang harus dijaga untuk masa depan.

Dengan panorama indah, tradisi yang lestari, serta keramahan warganya, Kampung Adat Urug bukan hanya destinasi wisata budaya, melainkan juga ruang belajar tentang bagaimana manusia bisa hidup selaras dengan alam dan warisan leluhurnya.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Eka Rahmawati
#bogor #Tertua #kampung adat