RADAR BOGOR - Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor menggelar sosialisasi dan pembinaan bagi pengurus koperasi Desa merah putih di Aula Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor.
Sosialisasi dan pembinaan pengurus desa merah putih dilaksakan selama 9 hari secara bertahap yang diikuti setiap perwakilan sebanyak 435 Desa Kelurahan di Kabupaten Bogor.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor, Iman Wahyu Budiana menjelaskan bahwa, dalam kegiatan ini ada beberapa penyampaian keterkaitan dengan koperasi desa merah putih.
Penyampaian itu, kata dia, pembentukan musyarawah desa, penguatan kelembagaan, penguatan kor bisnis yang dilakukan pihak koperasi dan cara merekrut anggota koperasi.
Baca Juga: Kondisi Terbaru Bansos PKH dan BPNT Tahap 3, Simak Jadwal Cair dan Regulasi Kemensos Berubah
"Ini yang lagi kita perkuat kepada mereka karena kita yakini bahwa diduga masyarakat ini masih kekurangan pengetahuan tentang perkoperasian itu seperti apa maka kita lakukan kegiatan ini," ujarnya kepada Radar Bogor, Kamis 28 Agustus 2025.
Bahkan, kata dia, kegiatan ini pihaknya mengundang koperasi yang telah mapan untuk menyampaikan materi tentang perkoperasian yakni Koperasi Sayaga.
"Sayaga ini yang dijadikan syarat sukses story nya. Jadi mereka memotivasi selain saat deklarasi pun ikut pendampingan," jelas dia.
"Jadi koperasi Mapan ini akan mendampingi koperasi desa merah putih," sambung dia.
Pendampingan yang akan dilakukan nantinya, kata dia, keterkaitan dengan penguatan kelembagaan, admistrasi koperasi, manajerial, dan pemahaman tentang koperasi.
"Koperasi itu seperti apa, bagaimana pengelolaan keuangan yang akan harus dilakukan kemudian sampai rencana anggaran pendapatan belanja koperasi pun akan dijelaskan sama mereka," imbuh dia.
Baca Juga: Alessandro Florenzi Umumkan Gantung Sepatu, Awali Karier di Ibukota dan Pensiun di Kota Mode
Begitupun, lanjut dia, hingga pada pembiayaan jika memungkinkan koperasi Sayaga siap membantu.
"Sehingga koperasi desa merah putih dengan koperasi yang mapan ini mereka akan bersinergi berkolaborasi bukan menjadi rival," tutur dia.
Sementara itu, Ketua Pengurus Koperasi Sayaga Korpri Kabupaten Bogor, Maryeni menyampaikan, yang terpenting dalam sebuah koperasi itu adalah anggota.
"Tadi sampaikan karna koperasi itu segala sesuatu nya adalah anggota, jadi jangan sampai pengurus itu merasa ini punya saya, jangan juga antara pengurus dengan pengawas tidak harmonis," kata dia.
Kata dia, pentingnya keanggotan koperasi tersebut agar roda koperasi merah putih ini bisa berjalan dengan optimal sesuai aturan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang ada.
Baca Juga: Unjuk Rasa Berakhir Ricuh di Depan DPRD Kota Bogor, Anggota Dewan Sebut Massa Ingin Masuk Semua untuk Dialog
"Tadi kami sampaikan juga kepada temen-temen saya yakin ketika anggaran dasar belum mengetahui, maka kata saya teliti sekarang adaga dianggaran dasar yang kira-kira belum jelas," ujar dia.
Untuk itu, kata dia, apabila anggota koperasi sudah memiliki pengetahuan tentang perkoperasian ini maka bisa membranding koperasi itu sendiri.
"Jadi pengurus harus ngerti dulu harus bisa membranding koperasinya supaya masyarakat itu tertarik untuk dan jangan dulu ada iming-iming simpan pinjam," pungkasnya.(rp2)