RADAR BOGOR – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menghadirkan solusi inovatif pengembangan usaha bambu di Desa Rumpin, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.
Solusi itu diwujudkan melalui program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Desa Rumpin yang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil bambu terbesar di Jawa Barat.
Tim PKM FT UNJ yang diketuai Rani Anggrainy, S.Pd., M.T, dengan anggota Agung Gumelar, S.Pd., M.Pd, Hari Din Nugraha, S.Pd., M.Pd, dan Salsa Belladinna Utami Putri S.Pd., M.Pd, memperkenalkan Mesin Pemotong Akurat Seragam Bambu (PASAK) di Desa Rumpin.
Mesin ini merupakan sebuah alat produksi modern yang mampu memotong bambu dengan pengatur ketebalan.
Selain itu, mesin ini juga dapat mengurangi waktu produksi hingga 50%, dan meningkatkan keseragaman produk hingga 90%. Tim pelaksana juga memberikan pelatihan penggunaan mesin irat bambu.
“Kami berharap inovasi ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan mengembangkan ekonomi kreatif berbasis bambu desa Rumpin,” ujar Ketua Pelaksana kegiatan P2M Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta.
Peserta dalam pelatihan tersebut memberikan kesannya. “Saya sangat senang, karena melalui pelatihan ini saya bisa belajar cara menggunakan alat modern untuk memotong bambu. Biasanya kami hanya pakai golok, hasilnya kurang rapi dan lama. Dengan alat ini, pekerjaan terasa lebih ringan,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, para pengrajin bambu juga diberikan keterampilan menganyam yang dilakukan melalui kolaborasi dengan Topi Bambu.
“Melalui pelatihan ini, diharapkan pengrajin dapat memproduksi mandiri berbagai produk berbasis bambu yang lebih variatif seperti topi, tas, hiasan jam, dan peci,” ujar Agus selaku narasumber dari Topi Bambu.
Tokoh masyarakat Desa Rumpin juga menyampaikan apresiasinya. “Program ini tidak hanya menyelesaikan masalah teknis dalam produksi, tetapi juga membuka mata kita semua tentang betapa besarnya potensi di Desa Rumpin,” katanya.
“Sekarang, dengan alat ini, kami tidak hanya lebih efisien, tetapi juga lebih percaya diri untuk menerima pesanan dalam jumlah besar. Pelatihan anyamnya juga memberi nilai tambah yang sangat berarti,” tambah Ketua Kelompok Mugni Sumber Jaya, Salyas Iswandi. (***)
Editor : Yosep Awaludin