Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jalur Tambang di Rumpin Bogor Kembali Makan Korban, Polisi Sebut Tak Bisa Diselesaikan Sendiri

Abilly Muhamad • Jumat, 29 Agustus 2025 | 15:30 WIB

Kapolres Bogor, AKBP, Wikha Ardilestanto.
Kapolres Bogor, AKBP, Wikha Ardilestanto.


‎RADAR BOGOR - Polres Bogor mengungkapkan persoalan jalur tambang di wilayah Rumpin, Kabupaten Bogor tidak bisa diselesaikan sendiri oleh institusi Polisi.

‎Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto mengungkapkan bahwa, wilayah Rumpin memang daerah yang dilintasi oleh truk tambang.

‎Apalagi, kata Wikha, wilayah disana merupakan tempat aktifitas galian tambang yang hasilnya dikirim keluar kota.

‎"Ya, kalo temen-temen udah lama tau sendiri kan di Rumpin disana tempat-tempat galian kuari disitu ngambil bahan disitu terus dipakai jalur dikirim ke Jakarta, Tangerang dan BSD. Jadi dari lokasi memang cukup bahaya," kata Wikha kepada Radar Bogor, Jumat 29 Agustus 2025.

Baca Juga: Ucapan Gubernur Jawa Barat Buat Kokom Komariah Tersipu Malu, Dedi Mulyadi: Sisa-sisa Kecantikannya Masih Ada

‎AKBP Wikha mengakui bahwa untuk mengatasi persoalan jalur tambang ini tidak bisa diselesaikan sendiri oleh institusi Polisi.

‎"Itu gabisa diselesaikan sendiri sama Polres sama Satlantas," ujar dia.

Sehingga dia berencana ke depan, akan mengadakan rapat bersama melibatkan unsur - unsur terkait.

‎"Saya sudah rencana bikin rapat bersama jadi duduk bersama dari Pemerintah Daerah, Pengusaha angkutan, dari Pemda bisa menghadirkan PU bisa Dinas Perhubungan," jelas dia.

‎"Termasuk dari warga, kita undang Forkopimcam kemudian dari perangkat Desa yang jalur nya jadi jalur rawan laka terutama yang tingkat fatalitas nya tinggi," sambung dia.

Baca Juga: Kemenkoinfra Fokus Seimbangkan Tata Ruang dan Mitigasi Bencana di Puncak Bogor

‎Begitupun, kata dia, ke depan juga akan dibentuk sebuah forum yang nantinya mengadakan pertemuan-pertemuan secara rutin membahas persoalan jalur tambang itu.

‎"Karna permasalahannya ga sesimpel itu. Jadi harus didudukan dulu semuanya nanti dari Kasatlantas bisa menjelaskan anatomi laka nya sepeti apa," tutup dia.

‎Sebelumnya, seorang pelajar MTS meninggal dunia terlindas truk di jalan Raya Cicangkal, Desa Sukasari, Rumpin, Kabupaten Bogor pada Rabu (27/8).

‎Korban diketahui berinisial AK (16) siswa kelas 8 di MTS Mathla'ul Anwar, Rumpin Bogor.

‎Kepala Desa Cipinang, Rumpin, Mad Hasan mengungkapkan, Kecelakaan lalu lintas itu bermula saat korban hendak pulang dari sekolah menuju ke rumah menggunakan sepeda motor.

Sesampainya di lokasi kejadian, korban hendak menyalip sebuah truk.

‎Nahas, korban kehilangan kendali lalu terjatuh dan terlindas kendaraan truk dari arah yang berlawanan.(rp2)

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Alpin.
#rumpin #truk tambang #polres bogor