RADAR BOGOR – Dalam sepekan terakhir, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor mencatat tujuh peristiwa kebakaran.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor Yudi Santosa, menyebut laporan tersebut mulai terdata sejak Sabtu lalu hingga kemarin.
“Sepekan ini yang terlaporan ke kami ada dari Minggu kemarin ya, dari hari katakan hari Sabtu kemarin itu ada tujuh kebakaran. Kalau dirata-rata berarti setiap hari ya ada kebakaran. Yang terakhir kemarin,” ungkap Yudi kepada Radar Bogor, Minggu 31 Agustus 2025.
Menurut Yudi, penyebab kebakaran paling banyak berasal dari puntung rokok, disusul pembakaran sampah, dan satu kasus diakibatkan korsleting listrik.
“Yang memang rata-rata kebakaran itu justru diakibatkan dari satu rokok, yang kedua membakar sampah, yang ketiga baru korslet listrik, hanya satu yang korslet listrik, yang lainnya itu,” jelas Yudi.
Ia pun mengimbau kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Bogor agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak membakar sampah, melainkan mengelolanya dengan membentuk komunitas sampah.
“Kemudian yang berikutnya upayakan sampah untuk tidak dibakar, bentuk komunitas sampah kalau ada dengan pengelolaan yang baik,” kata Yudi.
Pihaknya juga tengah menggencarkan edukasi pencegahan kebakaran, salah satunya dengan memberikan alat pemadam api ringan (APAR) kepada masyarakat.
“Kita ada sosialisasi, jadi kita ada edukasi, hari ini kita edukasi sambil memberikan APAR ke masyarakat, insyaallah ke depan pengadaan anggaran kita memadai,” ucapnya.
Yudi menambahkan, hasil pemeriksaan menunjukkan hampir semua sekolah di Kabupaten Bogor tidak memiliki APAR.
Karena itu, pihaknya akan mendistribusikan 2.500 unit APAR ke seluruh masyarakat Kabupaten Bogor terutama sekolah-sekolah, sekaligus melatih guru untuk menggunakannya.
“Kita akan mengedukasi masyarakat terutama ke sekolah-sekolah yang hari ini hasil pemeriksaan kami, hampir semua sekolah tidak ada APAR, jadi kita akan titipkan APAR ke mereka sambil salah satu gurunya kita latih untuk menggunakan APAR,” pungkasnya.(Cr1)
Editor : Eka Rahmawati