Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bertebaran Isu Demonstrasi Besar-besaran, Disdik Kabupaten Bogor Dua Hari Terapkan Pendidikan Jarak Jauh

Abilly Muhamad • Minggu, 31 Agustus 2025 | 22:40 WIB

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rusliandy
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rusliandy

RADAR BOGOR - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor menerapkan skema Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari bagi sekolah di wilayah Kabupaten Bogor.

‎Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rusliandy mengungkapkan sekolah di Kabupaten mulai esok hari diterapkan skema pendidikan jarak jauh.

‎"Sama dengan kota. Kita pun Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) tanggal 1 dan 2 September 2025," kata dia saat dikonfirmasi Radar Bogor, Minggu 31 Agustus 2025.

‎Sementara itu, Kepala Sekolah SDIT Ummul Quro, Ika Nuning Yulianawati mengatakan, pihaknya menerapkan sistem PJJ di sekolah sesuai instruksi edaran dinas dan keputusan yayasan.

‎"Sesuai arahan dinas dan keputusan yayasan, Siswa PJJ guru mengajar online dari sekolah," ujar dia.

‎Sebelumnya, Humas Disdik Kabupaten Bogor, Iqbal Rukmana memberikan himbauan bagi sekolah maupun pegawai Dinas Pendidikan.

‎Adapun himbauan pertama, kata dia, kepala sekolah harus melakukan koordinasi dengan Kecamatan setempat dan pihak keamanan Polsek dan Koramil.

‎Kemudian, melakukan kordinasi, edaran, pemberitahuan atau kerjasama dengan komite sekolah dan orang tua siswa untuk antisipasi hal-hal dampak negatif jika terdapat ajakan demonstrasi.  

‎"Menugaskan Bidang SD dan SMP untuk melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap seluruh siswa sekolah di masing-masing sekolah," kata dia dalam keterangan tertulis melalui pesan WhatsApp.

Menurut Iqbal, aktifkan kembali satgas pelajar atau lainnya, guna mendeteksi dan menghalau mobilisasi para siswa.

‎Lalu, sekolah harus meningkatkan pengetatan absensi, sehingga apabila anak tidak disekolah bisa dipastikan bersama keluarganya.

‎"Sekolah memberikan ruang diskusi, dialog, debat terkait isu aktual yang hangat masyarakat, dalam bimbingan guru," jelas dia.

‎Selanjutnya, kata dia, semua pegawai di lingkup Dinas Pendidikan untuk tidak membuat status yang bersifat provokasi.

‎Melaporkan siswa yang tidak terdeteksi sekolah kepada orang tua dan melaporkan ke aparat setempat apabila ada indikasi siswa ikut serta dalam aksi demo.

‎"Segera menyampaikan laporan ke Bidang SMP dan Bidang SD Dinas Pendidikan atas hasil kordinasi dan pemantauan terhadap kondisi terkini," tutur dia.

‎Selain itu, Humas Disdik juga meminta peran aktif dari orang tua untuk melakukan pengawasan kepada setiap anak-anaknya.

‎"Agar tidak melakukan tindak tindakan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain selaku pelajar ketika di luar jam sekolah," tutupnya. (rp2).

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#bogor #pendidikan jarak jauh #pjj