RADAR BOGOR – Upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional terus digalakkan melalui berbagai program pemberdayaan petani dan lahan pertanian.
Salah satu langkah nyata dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Nusa Bangsa melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) VII Ciawi, Kabupaten Bogor.
Kegiatan bertajuk 'Pemberdayaan Masyarakat Melalui Model Optimasi Penggunaan Lahan Pertanian dalam Upaya Mewujudkan Ketahanan Pangan' ini mendapat sambutan hangat dari penyuluh petani setempat.
Sebelum dilakukan kegiatan PKM ini, para penyuluh petani melakukan kunjungan ke CV Bisi Internasional di Citapen Ciawi, sebuah perusahaan nasional yang bergerak di bidang perbenihan.
Dalam kunjungan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan langsung dari ahli tentang bagaimana menghasilkan benih yang berkualitas, mulai dari proses pemuliaan, pemilihan varietas unggul, hingga teknik penyimpanan benih yang tepat.
Menurut penjelasan perwakilan CV Bisi Internasional di Citapen, benih merupakan faktor utama dalam menentukan keberhasilan usaha tani.
“Benih unggul adalah kunci produksi yang tinggi. Jika petani salah memilih benih, maka hasil panen akan sulit optimal meskipun pupuk dan pengairan sudah maksimal,” ujar Janwar Eka Saputra, SP, MAgr. manajer dari perusahaan tersebut.
Pelatihan Optimasi Lahan di BPP VII Ciawi
Usai kunjungan, kegiatan berlanjut di BPP VII Ciawi dilanjutkan sarasean di BPP Ciawi. Tim PKM dari UNB yang terdiri dari Dr. Yunus Arifien, Dr. Ratna Hasibuan, Ir. Sari Anggarawati, MSi, Yani Mulyani, SP, MP, dan Venna Helsi Anjani memberikan sosialisasi, pelatihan teknis, dan pendampingan mengenai pentingnya optimasi penggunaan lahan pertanian.
Materi pelatihan meliputi konsep rotasi tanaman, tumpangsari, diversifikasi komoditas, dan pengelolaan tanah berkelanjutan.
Dengan pendekatan ini, petani didorong untuk tidak hanya menanam satu jenis komoditas, tetapi mengkombinasikan padi, jagung, singkong, dan ubi jalar agar produktivitas meningkat sekaligus menjaga kesuburan tanah.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah model dinamik optimasi lahan, yang membantu petani dalam merancang skenario pola tanam sesuai musim, kebutuhan pangan, dan kondisi pasar.
Manfaat Langsung Bagi Petani
Hasil penerapan pola rotasi tanaman diharapkan dapat meningkatkan produktivitas hingga 10–15 persen dibandingkan sistem monokultur. Selain itu, pendapatan petani lebih stabil karena adanya diversifikasi sumber hasil panen.
Koordinator PKM, Dr. Yunus Arifien, MSi, menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian dari komitmen akademisi dalam membantu masyarakat.
“Dengan kegiatan PKM ini, Kami ingin petani merasakan manfaat nyata dari optimasi lahan, mulai dari peningkatan produktivitas hingga keberlanjutan usaha tani mereka,” ujarnya.
Salah seorang penyuluh petani, Agus, mengaku senang mendapat ilmu baru. "Kami menjadi tahu pentingnya rotasi dan memilih benih yang baik. Kami optimistis hasil panen ke depan akan lebih baik,” katanya.
Sinergi Akademisi, Pemerintah, dan Dunia Usaha
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi tiga pihak sekaligus dunia usaha, pemerintah, dan akademisi.
Kunjungan ke CV Bisi Internasional membekali penyuluh petani dengan pengetahuan benih unggul, sementara pelatihan di BPP VII Ciawi memperkuat keterampilan teknis pengelolaan lahan.
Agus Kepala BPP VII Ciawi menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan misi pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan.
“Petani perlu terus didampingi agar mampu menghadapi tantangan alih fungsi lahan dan fluktuasi harga. Dengan optimasi lahan dan pemilihan benih unggul, ketahanan pangan di Kabupaten Bogor bisa terjaga,” tegasnya.
Harapan ke Depan
Ke depan, tim PKM Universitas Nusa Bangsa berencana mengembangkan aplikasi simulasi pola tanam berbasis digital yang dapat membantu petani menghitung kebutuhan lahan, benih, dan prediksi hasil panen.
Dengan teknologi tersebut, petani diharapkan lebih mandiri dalam mengambil keputusan usaha tani.
Program ini juga diharapkan menjadi percontohan yang bisa diperluas ke kecamatan lain di Kabupaten Bogor.
“Kami ingin menjadikan Ciawi sebagai model desa tangguh pangan berbasis optimasi lahan,” ungkap Sari Anggarawati salah satu anggota tim PKM UNB.
Langkah kecil dari Desa Ciawi ini memberi pesan penting bahwa ketahanan pangan nasional dimulai dari petani yang berdaya, lahan yang dikelola secara bijak, dan sinergi antar pemangku kepentingan. (***)
Editor : Yosep Awaludin