Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Psikolog Ungkap Faktor Psikologis di Balik Kerusuhan Aksi Demonstrasi, Massa Mudah Terprovokasi

Muhammad Ali • Rabu, 3 September 2025 | 18:08 WIB
Kepala Biro Psikologi Rumah Cinta Bogor, Retno Lelyani Dewi.
Kepala Biro Psikologi Rumah Cinta Bogor, Retno Lelyani Dewi.

RADAR BOGOR – Kerusuhan dalam aksi demonstrasi kerap dipicu faktor psikologis massa. Hal itu diungkap Kepala Biro Psikologi Rumah Cinta Bogor, Retno Lelyani Dewi.

Ia menjelaskan bahwa individu yang berada dalam kerumunan seperti demonstrasi cenderung kehilangan identitas pribadi sehingga mudah terprovokasi.

“Secara psikologis, demonstran mungkin sekali terprovokasi sehingga menyebabkan kerusuhan saat demonstrasi," ujar Retno kepada Radar Bogor, Rabu 3 September 2025.

"Ada beberapa faktor yang memicu, seperti deindividuasi, tekanan norma sosial dan konformitas kelompok, serta pengaruh pemimpin dan provokator,” tambahnya.

Menurutnya, ketika berada di tengah kerumunan, individu merasa kurang bertanggung jawab atas tindakannya.

Hal ini meningkatkan kemungkinan munculnya perilaku agresif. Tekanan kelompok pun membuat seseorang merasa wajib mengikuti tindakan massa, bahkan jika berpotensi merusak.

“Remaja atau individu yang masih dalam tahap pencarian identitas cenderung lebih mudah terprovokasi karena mereka merasa perlu membuktikan diri dan mencari validasi dalam kelompok,” jelas Retno.

Ia menambahkan, kondisi itu semakin diperparah bila ada provokator yang secara cerdas mengarahkan emosi massa ke tindakan kerusuhan. “Provokator mengarahkan kerusuhan sebagai cara efektif untuk perubahan,” imbuhnya.

Retno juga menilai, emosi dasar seperti marah dan takut sangat mudah menular dalam kerumunan demonstrasi, sehingga memicu eskalasi cepat menjadi kerusuhan. Stres serta ketegangan akibat konfrontasi dengan aparat semakin memperburuk situasi.

“Secara psikologis, kerusuhan dianggap bisa menjadi saluran untuk melepaskan tekanan sosial dan kebutuhan psikologis individu yang kecewa terhadap kondisi sosial atau pemerintah,” pungkasnya. (cr1)

Editor : Yosep Awaludin
#Retno Lelyani Dewi #demonstrasi #psikologi