RADAR BOGOR – Bangunan Majelis Taklim Asobiyah di Kampung Ciapus Kompas, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor yang ambruk mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.
Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor tercatat 56 orang mengalami luka-luka dan 3 meninggal dunia.
Kepala bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, menyampaikan data korban sementara hasil kaji cepat.
“56 orang mengalami luka-luka dan 3 meninggal dunia,” ujar Adam kepada Radar Bogor, Minggu, 7 September 2025.
Identitas korban meninggal dunia akibat Majelis Taklim Asobiyah ambruk di Ciomas, Kabupaten Bogor yakni Irni Susanti (RS Medika Dramaga), Wulan (RS PMI), dan Nurhayati (RS PMI).
Kemudian untuk korban luka-luka berdasarkan rumah sakit atau klinik pasca Majelis Taklim Asobiyah ambruk di Ciomas terdiri dari:
- RSUD Kota Bogor (23 pasien): Mariyah, Sawitah, Linda, Nyai, Kokom, Yusamliyah, Oom, Siti Hafsoh, Ipah Acep, Kokoy, Karti, Napiatun, Siti Masitoh, Ulpah, Parwati, Eva, Dedeh, Ratu, Hardaningsih, Kulsum, Alpiyah, Titin, Alisia.
- Klinik Arafah (5 pasien): Euis, Ainan, Ratih, Nisa, Nyai.
- RS PMI (16 pasien): Nurhayati, Amel, Herna, Aah Wasiah, Hikmah, Nyai, Maryah, Nunung, Masaimah, Iin, Naura, Miah, Lina, Mimin, Nurlena, Ika.
- RS KBP (2 pasien): Iyom, Sari.
- RSUD Ciawi (1 pasien): Nurjanah.
- RS Marzuki Mahdi (1 pasien): Naila.
- Klinik Sukamaju (2 pasien): Ika, Munaroh.
- Puskesmas Ciomas (6 pasien): Ajeng, Novi, Hai, Diah, Raihana, Muniroh.
Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi atau Jaro Ade memastikan perhatian maksimal bagi semua korban.
Sementara itu sampai Minggu, 7 September 2025 sore ini tim TRC BPBD bersama relawan, Damkar, TNI dan Polri masih melakukan pembersihan material di lokasi kejadian.(Cr1)