RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tiba di Bogor dan menjenguk korban Majelis Taklim Asobiyah di Kampung Ciapus Kompas, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, yang ambruk pada Minggu, 7 September 2025.
Dedi Mulyadi tiba di RSUD Kota Bogor dan bertemu dengan salah satu keluarga korban yang masih menjalani perawatan.
Gubernur Jawa Barat didampingi Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor dr Ilham Chaidir mengungkapkan kondisi salah satu korban yakni seorang balita berusia 2 tahun.
"Ini saya sama direktur rumah sakit RSUD Kota Bogor ya dan ini orang tua dari salah satu korban yang usianya dua setengah tahun," ujar gubernur Jawa Barat dalam keterangannya dilansir dari Instagram @dedimulyadi71, Senin, 8 September 2025.
Menurut Dedi Mulyadi balita berusia 2,5 tahun itu dalam kondisi pingsan sejak awal dilarikan ke RSUD Kota Bogor.
Tak hanya itu, Dedi juga menyampaikan bahwa biaya pengobatan korban ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).
"Seluruh biaya rumah sakit Pemprov bersedia untuk menanganinya," sambung Dedi Mulyadi.
Selain itu gubernur Jabar juga menyampaikan catatan penting terkait dengan RSUD Kota Bogor yang mana rumah sakit di wilayah Kota Bogor itu juga melayani warga tak hanya dari Kota Bogor melainkan dari Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, hingga Kabupaten Cianjur.
Persoalannya menurut Dedi Mulyadi warga dari luar Kota Bogor tidak bisa membayar atau tidak punya BPJS Kesehatan maka tidak mungkin menjadi tanggungan Pemerintah Kota Bogor, karena merupakan masyarakat di kabupaten lain.
"Jadi memang kalau ada usulan ini menjadi bagian dari tugas pemerintah untuk bersama-sama mengelola rumah sakit ini saya pikir enggak ada masalah ya Pak, karena ini vital melayani jumlah penduduk yang hampir di sekitar sini sampai 10 juta penduduk lebih penduduk," papar gubernur Jawa Barat kepada Direktur RSUD Kota Bogor dr Ilham Chaidir.
Editor : Eka Rahmawati