Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Melihat Tradisi Unik Perebut Seeng, Simbol Jawara dalam Ritual Adat Pernikahan Masyarakat di Cimande Bogor

Muhammad Ali • Senin, 8 September 2025 | 11:42 WIB
Pertunjukan perebut seeng di acara kejuaraan penca silat aliran Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.
Pertunjukan perebut seeng di acara kejuaraan penca silat aliran Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

RADAR BOGOR – Cimande tak hanya dikenal dengan pencak silatnya yang mendunia. Di balik jurus-jurus yang melegenda, ada satu tradisi unik yang hingga kini tetap lestari yaitu Perebut Seeng.

Tradisi Perebut Seeng ini bukan sekadar permainan atau tontonan, melainkan bagian penting dari ritual adat pernikahan masyarakat Cimande, Kabupaten Bogor.

Dalam budaya Sunda, pernikahan adalah momentum sakral yang dipenuhi simbol dan makna. Di Cimande, prosesi itu diwarnai dengan Perebut Seeng sebuah dandang yang harus direbut oleh pihak mempelai prempuan dari pihak mempelai pria.

“Pengantin pria jawaranya membawa seeng. Sementara dari pihak perempuan, jawaranya siap merebut. Kalau tidak dapat seeng itu, kawinnya bisa ditunda,” ujar Abah Udin, Maestro Seni Cimande saat menjelaskan soal tradisi Perebut Seeng kepada Radar Bogor, Senin 8 September 2025.

Perebut Seeng bukanlah sekadar adu fisik. Sebelum prosesi itu dimulai ditampilkan terlebih dahulu gerakan Penca Cimande yang disebut Salancaran Cimande. Gerakan ini menjadi pembuka sekaligus simbol kesiapan dari kedua pihak.

“Jadi sebelum Perebut Seeng, ada Penca Cimande Salancaran. Setelah itu baru disebut Padungdung. Artinya gelut, perang, berantem,” jelas Abah.

Bagi masyarakat Cimande, seeng bukan hanya wadah masak. Ia melambangkan keberlangsungan rumah tangga yang akan dibangun.

Perebut Seeng menjadi syarat agar akad nikah dapat digelar. “Kalau seeng berhasil direbut oleh jawara perempuan, barulah akad nikah bisa dilaksanakan,” tutur Abah.

Tradisi ini sekaligus menunjukkan betapa eratnya seni pencak silat dengan kehidupan masyarakat Cimande. Silat tidak hanya hadir di gelanggang, tapi juga dalam prosesi sakral seperti pernikahan.

“Di Cimande itu seni banyak, tapi yang selalu ditampilkan memang Perebut Seeng. Karena di dalamnya ada penca, ada salancaran. Itu yang diwariskan dari dulu, sampai sekarang masih dipertahankan,” kata Abah.

Bagi Abah, Perebut Seeng bukan hanya hiburan. Ia adalah wujud nyata dari filosofi Cimande bahwa hidup adalah perjuangan, rumah tangga adalah kerja sama, dan pernikahan adalah kemenangan bersama. (cr1)

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Yosep Awaludin
#Cimande #Perebut Seeng #tradisi unik