RADAR BOGOR – Perbaikan infrastruktur jalan kembali dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.
Kali ini, proyek rekonstruksi ruas Jalan Janala-Lebakwangi sepanjang 5,4 kilometer di Kecamatan Rumpin menjadi perhatian, mengingat jalur tersebut merupakan akses vital penghubung Kecamatan Rumpin dengan Parung Panjang.
Untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap lancar, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor menyiapkan langkah antisipasi berupa rekayasa lalu lintas.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Bogor, Dadang Kosasih, menjelaskan bahwa sistem buka-tutup akan diterapkan di titik perbaikan yang berpotensi menimbulkan hambatan arus kendaraan.
“Sebanyak 15 personel Dishub disiagakan secara bergantian, ditambah dukungan masyarakat melalui Sahabat Dishub untuk mengurai kepadatan di titik rawan kemacetan,” ujar Dadang, Selasa, 9 September 2025.
Antisipasi Lonjakan Lalu Lintas di Jalur Alternatif
Selain pengaturan lalu lintas di lokasi pekerjaan jalan, Dishub juga mewaspadai peningkatan volume kendaraan, khususnya angkutan tambang.
Hal ini disebabkan oleh dua faktor, yaitu penutupan Jembatan Leuwiranji yang rusak dan peralihan arus akibat perbaikan Jalan Janala-Lebakwangi.
Prediksi tersebut membuat Jalan Sudamanik atau Jalan Raya Parung Panjang diperkirakan akan mengalami beban lalu lintas tambahan.
Mengantisipasi hal itu, Dishub mendorong adanya koordinasi lintas sektor bersama perusahaan tambang, pengurus angkutan tambang, Forkopimcam, serta pihak terkait lainnya.
“Langkah kolaboratif ini penting agar arus kendaraan berat bisa terkontrol, apalagi Jalan Raya Parung Panjang juga masih dalam tahap perbaikan,” jelas Dadang.
Komitmen Jaga Kelancaran Aktivitas Warga
Pemerintah daerah menegaskan bahwa seluruh upaya pengaturan lalu lintas ini merupakan komitmen demi menjaga kenyamanan masyarakat.
Dengan dukungan berbagai pihak, Pemkab Bogor berharap rekonstruksi jalan dapat berjalan lancar tanpa memunculkan dampak kemacetan yang parah.
“Tujuan utama kami adalah menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas, meski proyek perbaikan jalan sedang berlangsung,” pungkas Dadang.
Dengan adanya pengaturan lalu lintas yang terukur, warga Rumpin dan sekitarnya diharapkan tetap dapat beraktivitas secara normal selama pekerjaan infrastruktur berlangsung.***
Editor : Eli Kustiyawati