RADAR BOGOR — Asep Wahyuwijaya selaku Anggota MPR RI Fraksi Partai NasDem mengungkapkan, salah satu wujud nyata dari demokrasi yang sehat adalah kebebasan berpendapat.
Itu ditegaskan Asep Wahyuwijaya saat sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di MTs Al Ihsan, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Rabu 10 September 2025.
Asep Wahyuwijaya yang merupakan legislator dari Dapil Jabar V Kabupaten Bogor tersebut menegaskan, kebebasan berpendapat serta berekspresi merupakan hak setiap warga negara yang dijamin konstitusi.
Tapi, kata Asep Wahyuwijaya, kebebasan itu tak boleh dimaknai sebagai ruang tanpa batas.
Lebih lanjut Asep Wahyuwijaya mengatakan, setiap pendapat yang disampaikan perlu tetap memperhatikan kebenaran informasi, tidak melanggar hak orang lain serta etika.
Asep Wahyuwijaya menegaskan, demokrasi yang kuat tidak hanya soal kebebasan berbicara dari masyarakat saja, tetapi juga soal kemampuan elite dalam berpendapat secara bijak.
Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, menurut Asep Wahyuwijaya, masyarakat boleh menyampaikan pendapat, kritik maupun saran apapun yang ada dalam pikirannya, hanya agar tidak menjadi liar maka respon elit sangat penting supaya segala masukan yang disampaikan publik menjadi jernih serta menenangkan.
Asep Wahyuwijaya menuturkan, kebebasan berpendapat yang dimaksudkan konstitusional tersebut secara resiprokal menuntut jalannya agar tetap dalam koridor yang keadaban demokratisnya terjaga.
Bukan tanpa arah, kata Asep Wahyuwijaya, atau malah berpotensi menimbulkan perpecahan hingga luka bagi Indonesia.
Asep Wahyuwijaya yang biasa disapa Kang AW tersebut memaparkan, kebebasan berpendapat wajib jadi instrumen yang memperkokoh persatuan bangsa.
Selain itu, Asep Wahyuwijaya mengajak generasi muda memanfaatkan ruang demokrasi dengan menyampaikan gagasan konstruktif yang mampu memperkuat kehidupan berbangsa serta bernegara.
Ketua DPP Partai NasDem ini menjelaskan, semua berkeinginan demokrasi di Indonesia tumbuh matang, bukan saling menjatuhkan.
"Kita ingin demokrasi Indonesia terbangun melalui gagasan, kerja sama dan dialog. Di sinilah pentingnya kita memahami Empat Pilar Kebangsaan sebagai fondasi bersama,” papar Asep Wahyuwijaya.
Program sosialisasi kali ini dihadiri berbagai lapisan masyarakat, diantaranya guru, perwakilan komunitas lokal hingga tokoh masyarakat maupun pemuda.
Selain mendengarkan paparan, para peserta juga aktif mengungkapkan pandangannya dan berdiskusi terkait kebebasan berpendapat di zaman digital seperti saat ini.
Dalam penutupnya, Asep Wahyuwijaya mengimbau semua lapisan masyarakat maupun elite politik agar selalu menjaga kebebasan berpendapat sebagai energi positif dalam berdemokrasi.
Asep Wahyuwijaya menambahkan, apabila masyarakat mampu menggunakan kebebasan berpendapat dengan benar serta proporsional kemudian dialog-dialog berakhir dengan konklusi yang diperoleh secara bersama-sama, maka posisi Indonesia sebagai negara demokrasi yang berkeadilan dan berkeadaban dapat semakin kuat. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim