RADAR BOGOR – Pergerakan di bangunan SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, terjadi setelah atap sekolah tersebut ambruk pada Rabu 10 September 2025.
Struktur bangunan SMKN 1 Cileungsi yang sebelumnya lurus kini miring sekitar 45 derajat, menimbulkan potensi bahaya bagi warga sekitar.
Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, menyatakan bahwa kondisi bangunan SMKN 1 Cileungsi sangat rawan jika terkena angin atau hujan.
Pihak kepolisian telah memasang police line di sekitar lokasi untuk mencegah orang mendekat.
“Karena sudah di police line tidak boleh ada yang masuk,” ujar Edison kepada Radar Bogor, Kamis 11 September 2025.
Selain pengamanan, pihak sekolah dan aparat serta dinas terkait mulai melakukan pembongkaran bagian atap yang ambruk.
“Rangka atasnya ditarik, setelah ditarik lalu akan dikerjakan secara manual dibantu dari Kodim,” kata Edison.
Ia menambahkan bahwa jumlah korban terus bertambah karena beberapa siswa yang sebelumnya telah pulang kembali ke rumah sakit setelah merasa pusing.
Saat ini, ada delapan korban robohnya atap SMKN 1 Cileungsi yang mendapatkan penanganan medis.
Dari jumlah tersebut, tujuh orang dirawat di Rumah Sakit Thamrin, dan satu pasien dirujuk ke RSUD Dr. H. Idham Chalid di Ciawi untuk observasi lebih lanjut.
“Jadi memang orang tua mengharapkan ada posko kesehatan,” tutur Edison.
Pihak kepolisian dan sekolah memastikan prosedur keselamatan terus dilakukan.
Mereka mengimbau masyarakat, guru dan siswa agar tidak mendekati bangunan SMKN 1 Cileungsi yang rawan ambruk hingga proses perbaikan selesai.(cr1)
Editor : Alpin.