Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

BPD Sepakat Nonaktifkan Kepala Desa Bojong Kulur, Ratusan Massa Sambut dengan Sorak Sorai

Muhammad Ali • Senin, 15 September 2025 | 18:59 WIB
Ketua BPD Bojong Kulur, Yayat Supriatna menyerahkan secara simbolis surat keputusan kepada Koordinator Lapangan, Ahmad Fauzi di Kantor Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Senin 15 September.
Ketua BPD Bojong Kulur, Yayat Supriatna menyerahkan secara simbolis surat keputusan kepada Koordinator Lapangan, Ahmad Fauzi di Kantor Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Senin 15 September.

RADAR BOGOR – Di tengah memanasnya aksi demonstrasi di Kantor Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) akhirnya mengambil sikap tegas, Senin 15 September 2025.

Ketua BPD Bojong Kulur, Yayat Supriatna, menyatakan sepakat untuk menonaktifkan Firman Riansyah dari jabatannya sebagai Kepala Desa Bojong Kulur.

Keputusan tersebut disampaikan langsung di hadapan massa aksi yang sejak siang memadati halaman Kantor Desa Bojong Kulur.

“Dengan ini kami BPD Bojong Kulur, secara kolektif kolegial menyepakati untuk menyampaikan rekomendasi kepada Bapak Bupati Bogor, yaitu untuk menonaktifkan Kepala Desa Bojong Kulur yaitu Firman Riansyah,” ucap Yayat dihadapan massa aksi, Senin 15 September 2025.

Menurut Yayat, langkah ini diambil setelah mempertimbangkan dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.

Ratusan masa aksi padati kantor Desa Bojong Kulur, Kecamaran Gunung Putri Kabupaten Bogor, Senin 15 September 2025.
Ratusan masa aksi padati kantor Desa Bojong Kulur, Kecamaran Gunung Putri Kabupaten Bogor, Senin 15 September 2025.

Selain itu, desakan warga yang menilai kepemimpinan Firman Riansyah sudah tidak lagi sesuai harapan juga menjadi dasar keputusan BPD.

“Demikian kami sampaikan untuk mendapat pertimbangan Bapak Bupati Bogor demi terciptanya kondisi masyarakat Desa Bojong Kulur yang damai dan aman, ditandatangani oleh delapan anggota BPD,” tuturnya.

Keputusan BPD itu sontak disambut gegap gempita oleh ratusan massa aksi di Desa Bojong Kulur.

Mereka bersorak gembira, melantangkan yel-yel kemenangan, dan melakukan doa bersama dipimpin koordinator lapangan, sebagai bentuk ekspresi kegembiraan.

Massa aksi menilai keputusan BPD merupakan kemenangan bagi masyarakat Bojong Kulur.

Mereka berkomitmen untuk terus mengawal proses rekomendasi tersebut hingga sampai ke tangan Bupati Bogor.

Aksi yang sempat memanas pun berubah menjadi riuh penuh sorak-sorai warga Desa Bojong Kulur.

Warga berharap keputusan ini menjadi awal dari perubahan tata kelola pemerintahan desa yang lebih transparan, adil, dan berpihak pada kepentingan masyarakat Desa Bojong Kulur.(cr1)

Editor : Alpin.
#Desa Bojong Kulur #demo warga #kabupaten bogor #Gunung Putri