RADAR BOGOR - Inspektorat Kabupaten Bogor, hingga kini masih mengejar pelaksana pembangunan SMKN 1 Cileungsi.
Pasalnya, beberapa waktu lalu SMKN 1 Cileungsi mengalami musibah ruang kelas ambruk akibat kontruksi bangunan yang tidak kuat.
Kepala Inspektorat Kabupaten Bogor, Arif Rahman mengungkapkan, mereka saat ini tengah melakukan pengumpulan fakta soal SMKN 1 Cileungsi.
"SMKN 1 Cileungsi lagi pengumpulan fakta," ujarnya kepada Radar Bogor, Sabtu 20 September 2025.
Baca Juga: Skema Penganggaran APBD di Kota Bogor Bakal Dikocok Ulang, Segini Persentase yang Difokuskan untuk Infrastruktur
Saat ini juga, kata dia, pihaknya sedang mengejar pelaksana pembangunan. Karena, hingga saat ini pelaksanan belum ditemukan.
"Alamatnya kita sudah punya tadi cek disana tidak ada respon," jelas dia.
Selain itu, untuk pemeriksaan fisik bangunan, kata dia, mengalami kesulitan lantaran kondisi sekolah yang sudah dibongkar.
"Ketika kita kesana pas ada Menteri Pendidikan hari Kamis lalu, siangnya langsung dibongkar," tutur dia.
Sehingga, dia mengakui bahwa dalam pengumpulan fakta tersebut alami kesusahan.
"Jadi kita untuk cek fisik di lapangan susah, karena kondisi tkp sudah berubah," ujar dia.
Baca Juga: Setelah September 2025, Jutaan KPM PKH dan BPNT Akan Menerima Bansos Tambahan! Simak Rincian Lengkap Agar Tidak Ketinggalan Informasinya
Meski begitu, kata dia, akan memberitahukan lebih lanjut apabila pelaksana pembangunan sudah diketahui.
"Kita baru akan sampaikan nanti kalau ketemu dengan pelaksananya, karena sampai sekarang belum bisa ketemu sama pelaksananya," imbuh dia.
Begitupun, dalam pengejaran pelaksana tidak ada batasan waktu dan akan terus berkordinasi dengan Dinas Pendidikan.
"Kita gaada batasan waktu, kita juga koordinasi terus sama disdik minta bantuan agar segera bisa dihadirkan," kata dia.
Dia menyampaikan, dalam kasus ini ditangani oleh Inspektorat Kabupaten Bogor karena pembangunan sekolah menggunakan oleh APBD Kabupaten Bogor.
"Iya, kita ditangani inspektorat Kabupaten karena pembangunannya itu ketika di APBD Kabupaten, tetapi apakah ada renovasi diselang waktu 2017-2024 kita belum tau, makannya kita koordinasi terus sama Provinsi," pungkasnya.(rp2)