Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gempa Swarm Terulang, BMKG Sebut Bogor dan Sukabumi Wilayah Aktif Tektonik

Fikri Rahmat Utama • Minggu, 21 September 2025 | 10:20 WIB
Gempa berpusat di Sukabumi juga dirasakan di wilayah Bogor sejak Sabtu, 20 September 2025 hingga Minggu, 21 September 2025.
Gempa berpusat di Sukabumi juga dirasakan di wilayah Bogor sejak Sabtu, 20 September 2025 hingga Minggu, 21 September 2025.

RADAR BOGOR – Wilayah Bogor dan Sukabumi diguncang gempa bumi beruntun sejak Sabtu, 20 September 2025 malam.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat total 31 gempa, terdiri dari gempa utama magnitudo 4,0 dan 30 gempa susulan hingga Minggu, 21 September 2025 pukul 07.00 WIB.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas III BMKG Sukabumi, Agung Saptaji menjelaskan, gempa utama terjadi pukul 23.47 WIB dengan pusat di darat, 26 km timur laut Kabupaten Sukabumi pada kedalaman 7 km.

“Gempa ini termasuk dangkal akibat aktivitas sesar aktif, namun belum diketahui sesar aktif mana yang menjadi penyebab gempa,” kata Agung.

Setelah gempa utama, BMKG mencatat 30 gempa susulan hingga Minggu, 21 September 2025 pukul 07.00 WIB, susulan terbesar berkekuatan M3,8 dan terkecil M1,9.

Empat di antaranya dirasakan masyarakat, data BMKG menunjukkan pola aktivitas gempa meningkat tajam setelah gempa utama lalu berangsur menurun.

BMKG mencatat klaster episenter berada di darat, di perbatasan Kabandungan Sukabumi dan Pamijahan, Kabupaten Bogor yang mana pola ini menunjukkan aktivitas tektonik masih berlangsung.

“Daerah ini memang berulang kali mengalami gempa swarm pada 2019 dan Desember 2023 juga terjadi rangkaian gempa serupa,” ujar Agung.

Guncangan gempa utama dirasakan di Kalapanunggal dan Kabandungan dengan skala III–IV MMI, di Pamijahan dan Leuwiliang skala III MMI, di Kota Bogor skala II–III MMI, serta di Palabuhanratu dan Parungkuda skala II MMI.

Meski rangkaian gempa cukup banyak, BMKG memastikan tidak ada laporan kerusakan bangunan dan tidak berpotensi tsunami.

Agung meminta masyarakat tetap tenang dan terus memantau informasi resmi dari BMKG.

“Gempa susulan biasanya akan terus terjadi beberapa hari ke depan, tetapi kekuatannya cenderung kecil,” kata dia.

Masyarakat juga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan dari BMKG dan BPBD terkait langkah mitigasi, informasi resmi dapat diakses melalui kanal situs dan media sosial BMKG. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #sukabumi #gempa