Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Bertemu Orang Tua Santri yang Meninggal Diduga Ditimpa Batu di Kabupaten Bogor, Dedi Mulyadi: Tidak Boleh Terjadi Lagi

Eka Rahmawati • Minggu, 21 September 2025 | 15:50 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu orang tua santri yang meninggal di Leuwiliang, Kabupaten Bogor.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu orang tua santri yang meninggal di Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti peristiwa santri di Leuwiliang, Kabupaten Bogor yang meninggal diduga dianiaya temannya menggunakan batu. 

Seorang santri di sebuah pesantren di Kabupaten Bogor meninggal dunia diduga menjadi korban penganiayaan temannya sesama santri.

Peristiwa terjadi pada Kamis, 11 September 2025 lalu, korban berinisial FUH meninggal setelah mendapat perawatan di RSUD Ciawi, Kabupaten Bogor pada Selasa, 16 September 2025 malam.

Kejadian di sebuah pesantren di Kabupaten Bogor itu pun menyedot perhatian di jagat maya hingga membuat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun tangan.

Dedi Mulyadi lalu bertemu dengan orang tua korban di kediaman pribadinya Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Sabtu, 20 September 2025.

Dalam pertemuan yang dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, orang tua FUH yakni Deni menceritakan peristiwa yang dialami sang buah hati. 

Kepada gubernur Jawa Barat, Deni menyampaikan sang putra sempat mendapat penanganan di RSUD Leuwiliang usai peristiwa yang terjadi Kamis, 11 September 2025 dini hari, kemudian dirujuk ke RSUD Ciawi pada 14 September 2025 hingga akhirnya meninggal dunia dengan luka di wajahnya diduga usai ditimpa batu oleh pelaku.

 

Korban FUH berusia 15 tahun merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, sang ayah yakni Deni dari Kabupaten Sukabumi Jawa Barat dan ibunya berasal dari Purbalingga, Jawa Tengah.

Orang tua korban tinggal di Jakarta sedangkan FUH menjalani pendidikan pesantren di Kabupaten Bogor dan duduk di bangku kelas 3 MTs.

"Motifnya apa?" tanya gubernur Jawa Barat dilansir dari  YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel yang kemudian dijawab penyebabnya diduga saling ejek sesama santri.

Mendengar penjelasan tersebut Dedi Mulyadi pun prihatin dengan tindakan para remaja saat ini yang sampai nekat melakukan tindak kriminal.

Atas peristiwa tersebut, keluarga korban sudah melapor ke polisi setelah sebelumnya ke Polsek Leuwiliang kemudian dilimpahkan dan ditangani Polres Bogor dan pelaku kabarnya sudah diamankan.

Dedi Mulyadi kemudian menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat Jawa Barat agar peristiwa serupa tidak boleh terulang, sebab meninggalkan rasa trauma tak hanya bagi keluarga korban melainkan para orang tua yang anaknya tengah menempuh pendidikan.

"Yang paling utama tidak boleh terjadi lagi peristiwa ini, yang begini membuat orang tua trauma, semua orang tua mengalami rasa cemas terhadap perkembangan anak-anaknya ketika jauh dari orang tuanya takut ada apa-apa," ujar gubernur Jabar.

Dedi Mulyadi juga menyebut bahwa pihaknya akan turut mengawal kasus yang menyebkan seorang santri remaja berusia 15 tahun di Leuwiliang, Kabupaten Bogor meninggal dunia.

"Pembelajaran bagi semua peristiwa ini tidak boleh terjadi lagi dan paling utama adalah membangun ketenangan orang tua ketika ingin mendidik anaknya, nyaman kan gak ada rasa takut," tegas gubernur Jabar.

"Insyaallah seluruh prosesnya saya ikut mengawal," sambungnya.

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #bogor #leuwiliang #gubernur jawa barat #santri #meninggal