Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Peternakan Jadi Pilar Utama dalam Pemerintahan, Wamen Pertanian Ceritakan Pengalaman Hidupnya Pernah Bisulan karena Kebanyakan Makan Telur

Muhammad Ali • Minggu, 21 September 2025 | 19:21 WIB
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono saat menghadiri acara Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-189 di Stadion Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu 21 September 2025.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono saat menghadiri acara Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-189 di Stadion Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu 21 September 2025.

RADAR BOGOR – Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menegaskan bahwa sektor pangan, pertanian, peternakan, dan gizi menjadi prioritas utama Presiden Prabowo Subianto dalam mengelola negara.

Hal itu ia sampaikan dalam acara Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-189 di Stadion Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

“Tentu saja saya ucapkan selamat, tentu saja ternak itu penting karena itu sumber protein,” kata Sudaryono kepada Radar Bogor, Minggu 21 September 2025.

Contohnya, di daerah tertentu seperti Sumatera Utara, peternakan babi menjadi unggulan karena produktif, sementara di banyak daerah lain, domba dan sapi justru dianggap krusial.

Sudaryono mengingatkan kembali proses Pemilu 2024 yang menghasilkan Prabowo Subianto sebagai presiden.

Menurutnya, setiap calon membawa gagasan berbeda tentang cara mengelola negara, namun rakyat akhirnya sepakat memberi mandat kepada Prabowo.

Ia menyebutkan bahwa visi Prabowo jelas menempatkan sektor pangan sebagai pilar penting.

“Cara mengelola negara Pak Prabowo ini adalah menempatkan sektor pertanian, sektor pangan, sektor peternakan, sektor gizi itu berada di dalam realitas utama dalam mengelola negara,” ucapnya.

Sudaryono menegaskan, sejak awal pemerintahan, negara berupaya hadir menjawab kebutuhan rakyat.

Dia mencontohkan ketersediaan pupuk yang sudah lebih baik, harga pangan yang dibereskan, serta program gizi bagi anak sekolah yang kini lebih diperhatikan.

Sudaryono mengajak para petani, peternak, hingga asosiasi pelaku usaha untuk aktif terlibat.

Ia menilai, pembangunan pangan tidak bisa berjalan jika hanya mengandalkan pemerintah tanpa dukungan masyarakat.

Ia menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya menjadi peluang emas bagi peternak.

Program ini, katanya, membuka pasar besar bagi produk peternakan mulai dari telur, daging, ayam, hingga susu yang harus diserap untuk kebutuhan anak sekolah.

Tak hanya bicara kebijakan pemerintah, Sudaryono juga membagikan kisah pribadinya.

“Mungkin beberapa sudah mengenal saya. Saya berasal dari suatu desa, orang tua saya petani. Saya tidak pernah minum susu dari kecil. Bahkan, saya pernah bisulan karena kebanyakan makan telur,” ungkapnya.

Pengalaman pribadinya itu, kata Sudaryono, menjadi pengingat bahwa konsumsi protein harus seimbang.

Dia menegaskan, protein tetap penting untuk membentuk generasi unggul, tetapi masyarakat juga harus memperhatikan takaran yang wajar.

Ia menekankan pentingnya kebersamaan. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan untuk tidak ragu mendukung pembangunan pangan dan peternakan.

“Jangan ragu-ragu, jangan kemudian ini alasan untuk tidak hanya melakukan sesuatu,” pungkasnya.(cr1)

Editor : Alpin.
#Wakil Menteri Pertanian #peternakan #kabupaten bogor