RADAR BOGOR - Pembangunan tempat peternakan ayam di Kampung Ciherang Cutak, Desa Ciapus, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, menuai penolakan warga.
Pasalnya, lokasi ternak ayam tersebut berada persis di tengah kawasan pemukiman.
Warga pun telah melayangkan surat penolakan kepada BUMDes Ciapus sebagai pengelola ternak ayam tersebut.
"Kami menolak adanya peternakan ayam itu yang dibangun tanpa adanya sosialisasi dan izin kepada kami sebelumnya," ungkap salah seorang warga Perumahan Kirana Gardenia kepada Radar Bogor, Minggu 21 September 2025.
Awalnya, kata dia, pihak BUMDes menyampaikan bahwa akan melaksanakan program ketahanan pangan tanpa menyebutkan dengan jelas terkait pembangunan peternakan ayam.
Padahal, di lokasi tersebut juga telah dibangun fasilitas olahraga atau Ecosport oleh Pemdes Ciapus.
Warga khawatir, keberadaan peternakan ayam itu berdampak negatif dengan timbulnya pencemaran di lingkungan warga.
"Kami bukan menolak program ketahanan pangannya, tetapi menolak Pemdes Ciapus dan BUMDes Ciapus yang memilih metode peternakan ayam yang dibangun di dekat perumahan kami," tegasnya.
Dari informasi yang diterima, pembangunan peternakan ayam itu telah berlangsung sejak Agustus 2025 lalu.
Seharusnya, pihak BUMDes Ciapus telah memulai menjalankan peternakan dengan mengirimkan ayam ke lokasi peternakan.
Namun, lantaran mendapat penolakan warga, program tersebut ditunda hingga hari ini.
Terpisah, Direktur BUMDes Cipta Mandiri Ciapus, Hardianza Perdana menjelaskan, dipilihnya peternakan ayam petelur sebagai program ketahanan pangan berdasarkan hasil musyawarah desa.
Dia mengaku telah menyampaikan rencana program tersebut sejak jauh hari kepada pengurus RT dan RW di sekitar lokasi.
"Kami juga sudah studi banding ke Gunungsindur dan melibatkan konsultan. Peternakan ayam itu nantinya tidak akan menimbulkan bau seperti yang dikhawatirkan warga," tuturnya.
Meski demikian, pihaknya menyatakan telah menerima aspirasi warga yang menolak adanya peternakan ayam tersebut.
Bersama Pemdes Ciapus, pihaknya telah mencari solusi untuk kemungkinan memindahkan lokasi peternakan ayam dari lokasi sebelumnya.
"Kami sudah mencari opsi untuk pindah lokasi, karena bagaimana pun program ketahanan pangan ini harus tetap berjalan sesuai Keputusan Menteri Desa," tukas Hardianza.(cok)
Editor : Alpin.