Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bakal Kawal Kasus Meninggalnya Santri Diduga Jadi Korban Penganiayaan di Kabupaten Bogor
Asep Suhendar• Senin, 22 September 2025 | 08:47 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu orang tua santri yang meninggal di Kabupaten Bogor.
RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi belum lama ini bertemu dengan orang tua dari seorang santri meninggal dunia diduga akibat penganiayaan di Kabupaten Bogor.
Kepada Dedi Mulyadi, orang tua korban menjelaskan bahwa anaknya tengah menempuh pendidikan dan tinggal di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Bogor.
Dedi Mulyadi lantas meminta orang tua anak tersebut untuk menjelaskan terkait kronologi dugaan penganiayaan yang menimpa anaknya.
Ayah korban lantas menjelaskan, awalnya ia mendapatkan informasi dari pihak pesantren bahwa anaknya tengah di rawat di RSUD Leuwiliang.
Ia dan keluarga dan lantas berangkat ke rumah sakit tersebut untuk melihat secara langsung kondisi anaknya itu.
Sampai akhirnya, ia cukup terkejut Setelah melihat kondisi anaknya yang cukup memprihatinkan, menurutnya terdapat beberapa luka pada wajah korban.
"Terus ketika di rumah sakit kondisinya bagaimana?" tanya Dedi Mulyadi dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel yang kemudian dijelaskan kondisinya luka di wajah.
Orang tua korban terus meminta penjelasan kepada pihak pondok, sampai akhirnya, pihak ponpes menjelaskan bahwa korban mengalami penganiayaan.
Hal itu terbukti dari rekaman CCTV yang memperlihatkan adanya penganiayaan dengan menggunakan batu dan kayu.
Melalui keterangan yang disampaikan ayah korban, pemukulan dan pelemparan itu dilakukan oleh terduga pelaku lebih dari satu kali hingga menyebabkan nyawa sang anak tidak tertolong. Korban lalu dirujuk ke RSUD Ciawi untuk menjalani perawatan medis hingga dua hari kemudian meninggal dunia tepatnya pada 16 September 2025 lalu.
Gubernur Jawa Barat memberikan pesan pasca peristiwa tersebut terlebih melibatkan pelaku yang masih remaja atau anak di bawah umur.
"Tidak boleh terjadi lagi peristiwa ini, kan mengerikan Pak ini yang begini membuat orang tua semuanya trauma," ucap Dedi Mulyadi.
Menurut Dedi peristiwa tersebut juga menjadi pembelajaran bagi semua dan tidak boleh terjadi lagi, ia pun mengaku akan mengawal kasus tersebut.
"Insyaallah seluruh prosesnya saya ikut mengawal," kata Dedi Mulyadi.