RADAR BOGOR - Warga Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, terus dihantui rasa takut akan bencana gempa susulan.
Pada Sabtu, 20 September 2025 malam, gempa berkekuatan 4,0 magnitudo terjadi di wilayah Sukabumi dan Bogor.
Bahkan gempa susulan terjadi secara beruntun hingga berdampak ke ratusan rumah warga di wilayah Leuwiliang dan Pamijahan.
Madsani, warga Kampung Cianten RT 04/11 mengaku tidak lagi berani berada di rumah. Terutama saat malam hari.
Dia bersama keluarganya terpaksa memilih bermalam di teras rumah lantaran takut terjadi guncangan susulan.
"Sudah dua malam tidur di depan rumah, warga yang lain juga sampai bikin tenda," ungkapnya kepada Radar Bogor, Senin 22 September 2025.
Nasib serupa juga dialami Dede Dahlan, warga Kampung Bunisari RT 04/10. Menurutnya, getaran atau gempa bukanlah peristiwa baru di wilayah tersebut.
Sepengetahuannya, gempa terakhir terjadi pada 2023 lalu.
Saat itu, getaran juga dirasakan berulang kali hingga sebagian rumah warga mengalami keretakan pada bagian dinding.
"Kalau yang Sabtu (20/9) kemarin itu sekitar 30 kali getarannya. Warga langsung ketakutan untuk tidur di rumah," katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Purasari, Agus Soleh Lukman menyebut, ada sebanyak 167 rumah warga terdampak serta dua sarana ibadah terdampak peristiwa tersebut.
Dari ratusan bangunan yang terdampak, satu rumah milik warga mengalami rusak berat.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik, kami bersama BPBD dan relawan terkait juga telah mendirikan tenda di beberapa lokasi yang aman," jelasnya.
Selain itu, sambung Lukman, bantuan kebencanaan seperti logistik dan kebutuhan pokok warga terdampak juga mulai berdatangan dan tengah didistribusikan.
"Yang terpenting jangan panik, masyarakat bisa untuk sementara beristirahat di tenda-tenda darurat jika terjadi gempa susulan," tandasnya.(cok)
Editor : Alpin.