RADAR BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan bahwa jalur khusus truk tambang akan segera dibangun.
Proyek ini ditargetkan mulai digarap pada tahun 2026 dan ditargetkan sudah bisa digunakan pada 2027 mendatang.
Langkah ini diambil setelah bertahun-tahun keluhan warga soal kerusakan jalan dan kecelakaan akibat lalu lalang truk tambang tak kunjung reda.
Dengan adanya jalur khusus, diharapkan permasalahan klasik tersebut bisa teratasi.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmennya untuk merealisasikan proyek ini.
Bahkan, ia menekankan bahwa pembangunan jalur khusus ini akan tetap berjalan meski tanpa dukungan penuh dari pemerintah pusat maupun provinsi.
“Mau dibantu pusat, provinsi, atau nggak... kita tetap jalan,” tegas Rudy dikutip dari Instagram @kutaudayawangsa.
Kenapa Jalur Ini Penting?
Ada beberapa alasan utama mengapa jalur khusus truk tambang ini sangat dinantikan:
• Keamanan warga lebih terjamin
Risiko kecelakaan akibat percampuran kendaraan pribadi dengan truk tambang bisa ditekan.
•Jalan umum lebih awet
Tak ada lagi keluhan jalan rusak parah karena tonase truk tambang yang berlebihan.
Baca Juga: Warga Jawa Barat Ingat, Pemutihan Pajak Kendaraan Berakhir 30 September 2025! Buruan Manfaatkan Sebelum Terlambat
• Truk tambang lebih teratur
Dengan jalur khusus, lalu lintas jadi lebih lancar dan efisien.
Menariknya, jalur ini bukan jalan tol berbayar, melainkan jalur khusus yang gratis.
Pembangunannya sepenuhnya untuk kepentingan warga, agar aktivitas harian lebih aman dan nyaman.
Target Rampung Bertahap hingga 2027
Menurut informasi, proses pembebasan lahan akan dimulai pada tahun 2026. Setelah itu, pembangunan jalur khusus diproyeksikan berjalan bertahap dan ditargetkan sudah bisa dilintasi pada tahun 2027.
Baca Juga: Selama Pembatasan Jam Operasional, Pemkab Bogor Tambah Kantong Parkir Jalur Tambang di Kecamatan Parungpanjang
Proyek ini pun mendapat sorotan publik. Banyak warga menyambut baik rencana tersebut, bahkan berharap agar pembangunannya bisa dipercepat.
Semakin cepat rampung, semakin cepat pula masyarakat merasakan manfaatnya.
Warga sekitar Parung Panjang selama ini memang sering mengeluhkan kerusakan jalan akibat lalu lintas truk tambang.
Selain membahayakan, kondisi jalan rusak juga merugikan pengguna jalan umum.
Dengan adanya jalur khusus, diharapkan tak hanya keamanan meningkat, tetapi juga kualitas infrastruktur jalan lebih terjaga.
Kini, semua mata tertuju pada realisasi proyek ini.
Apakah benar-benar bisa rampung sesuai target 2027, atau justru lebih cepat? Warga tentu menanti kabar baik selanjutnya.