RADAR BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengambil langkah serius untuk memastikan keamanan dan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan bagi pelajar.
Program ini tidak hanya fokus pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga memperhatikan higienitas, sanitasi, dan keamanan pangan secara ketat.
Bupati Bogor Rudy Susmanto melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor menegaskan, sebanyak 101 Puskesmas dilibatkan dalam melakukan pengawasan rutin terhadap dapur penyedia makanan.
Inspeksi dilakukan mulai dari pengecekan air, kebersihan dapur, hingga pemantauan bahan baku agar tetap layak konsumsi.
Selain itu, Pemkab Bogor juga telah menyiapkan SOP darurat untuk penanganan jika terjadi masalah terkait makanan.
Langkah preventif ini diambil agar kejadian luar biasa (KLB) keracunan bisa dicegah sejak dini.
Dukung Produk Lokal dan UMKM
Program MBG ini juga dirancang untuk memberdayakan petani lokal dan UMKM.
Bahan pangan yang digunakan berasal dari produk lokal sehingga selain menyehatkan anak-anak, program ini juga memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat Bogor.
Tujuan Utama: Generasi Tangguh Masa Depan
Pemkab Bogor percaya bahwa penyediaan makanan yang aman dan bergizi sejak dini merupakan investasi penting untuk menciptakan generasi yang tangguh dan cerdas di masa depan.
Dengan pengawasan yang ketat dan keterlibatan banyak pihak, Pemkab Bogor optimis kasus keracunan massal di sekolah bisa dicegah, sekaligus memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang layak setiap harinya.***
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim