Bupati Bogor Rudy Susmanto Dorong Penguatan Satgas MBG dan TBC, Tegaskan Dukungan ke Program Nasional Kesehatan
Kholikul Ihsan• Senin, 29 September 2025 | 21:45 WIB
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengikuti rapat koordinasi virtual bersama Menteri Kesehatan bahas MBG dan TBC.
RADAR BOGOR - Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmennya dalam mendukung dua agenda strategis pemerintah pusat, yakni program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat serta percepatan penuntasan tuberkulosis (TBC) di Indonesia.
Komitmen soal dukungan satgas MBG dan TBC disampaikan langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, usai mengikuti rapat koordinasi virtual bersama Menteri Kesehatan RI pada Senin, 29 September 2025 di Pendopo Bupati Bogor.
“Pemkab Bogor siap memperkuat program nasional, baik MBG maupun percepatan penanganan TBC, agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ini bagian penting dari upaya mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera,” ujar Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Rudy menjelaskan, Pemkab Bogor tengah menyiapkan alokasi anggaran khusus untuk mendukung pelaksanaan MBG, penanganan TBC, hingga pencegahan HIV.
Menurutnya, langkah ini harus berjalan efektif di penghujung tahun, dengan menitikberatkan pada program nyata yang selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, Rudy menilai keberadaan tim percepatan MBG perlu ditopang oleh Satgas MBG yang berfungsi menyinergikan kebijakan pusat dengan program daerah.
Sementara itu, Satgas TBC yang sudah aktif sejak 2023, serta Satgas HIV yang tengah berjalan, juga perlu diperkuat agar hasilnya lebih optimal.
“Kita harus memastikan pengawasan berjalan ketat, bukan hanya bulanan, tapi juga dilakukan secara harian dan mingguan, sehingga setiap perkembangan bisa segera dievaluasi,” tegasnya.
Evaluasi Transparan dan Terintegrasi
Bupati Bogor menekankan, mekanisme evaluasi program di Kabupaten Bogor akan dilakukan secara berjenjang. Evaluasi dimulai dari tingkat harian, mingguan, hingga nasional, dengan melibatkan perangkat daerah strategis seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Diskominfo.
Pengalaman penanganan Covid-19 menjadi acuan penting, dimana transparansi pelaporan dan keterpaduan antar organisasi perangkat daerah terbukti mampu mempercepat respon lapangan.
“Dengan sistem evaluasi yang lebih terintegrasi, progres bisa terukur dengan jelas dan dilaporkan secara real time, sehingga program benar-benar tepat sasaran,” tambahnya.
Sinergi Pusat dan Daerah
Melalui rapat koordinasi tersebut, Rudy berharap kerjasama erat antara pemerintah pusat dan daerah mampu melahirkan kebijakan yang efektif serta langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kekuatan kita ada pada sinergi. Pemerintah pusat menetapkan arah kebijakan, sementara daerah yang memastikan implementasi berjalan sesuai kondisi lapangan. Jika sinergi ini kuat, hasilnya pasti berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.