Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

DPRD Kabupaten Bogor Dorong Pengelolaan Sampah Desa dan Prioritaskan Fasilitas Pendidikan di APBD Perubahan

Muhammad Ali • Rabu, 1 Oktober 2025 | 12:02 WIB
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara saat dimintai keterangan oleh Radar Bogor di Gedung DPRD Kabupaten Bogor.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara saat dimintai keterangan oleh Radar Bogor di Gedung DPRD Kabupaten Bogor.

RADAR BOGOR – Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara menegaskan bahwa persoalan sampah yang mencapai 3 ribu ton per hari harus ditangani dengan langkah serius sejak dari desa.

Menurutnya, inisiatif DPRD menjadi penting agar sampah tidak hanya menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Pada inisiatif dari DPRD terkait dengan sampah kerja sampah, untuk tadi yang disampaikan oleh Pak Wakil Bupati sekitar tiga ribu ton sehari, tentu dengan adanya inisiatif ini nanti akan dikelola di desa,” kata Sastra, Rabu, 1 Oktober 2025.

Sastra menjelaskan, timbunan sampah yang semakin menggunung perlu dicari solusi lebih lanjut, salah satunya dengan mengkaji potensi pengolahan sampah menjadi energi terbarukan.

“Makanya tadi disampaikan sementara lagi menghitung, mungkin bisa jadi energi dari sampah,” ujarnya.

Menurut Sastra, DPRD mendorong agar sampah yang masuk ke TPA hanyalah sisa sampah yang memang tidak bisa diolah di Tempat Pengolahan Sampah (TPS) di desa, dengan begitu, beban TPA bisa berkurang dan pengelolaan sampah lebih efektif.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor tersebut menilai, inisiatif tersebut sejalan dengan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah dan legislatif dalam mencari solusi nyata atas permasalahan lingkungan.

Selain menyinggung isu lingkungan, Sastra juga memaparkan terkait APBD Perubahan 2025. Menurutnya, sektor pendidikan tetap menjadi salah satu prioritas meski ruang fiskal perubahan anggaran relatif terbatas.

“Salah satu prioritas di perubahan ini adalah ruang kelas karena ini anggaran perubahan tidak terlalu banyak, kami menghitung juga kajian-kajian seperti apa supaya semua anggaran tepat sesuai sasaran,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan ruang kelas dan mebel masih cukup tinggi di Kabupaten Bogor. Oleh karena itu, DPRD mendorong agar alokasi anggaran perubahan difokuskan pada pemenuhan fasilitas pendidikan yang paling mendesak. (Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
#pendidikan #sampah #apbd #kabupaten bogor