Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Heboh Dugaan Keracunan MBG di SDN Pasir Angin 02 Bogor, Kepala Sekolah Sebut Hasil Lab Semua Aman dan Berharap Program Makan Gratis Terus Berlanjut

Muhammad Ali • Rabu, 1 Oktober 2025 | 16:03 WIB
Kepala Sekolab SDN Pasir Angin 02, Hawa Hasmillah saat dimintai keterangan, Rabu 1 September 2025.
Kepala Sekolab SDN Pasir Angin 02, Hawa Hasmillah saat dimintai keterangan, Rabu 1 September 2025.

RADAR BOGOR – Suasana panik sempat menyelimuti siswa dan guru-guru SDN Pasirangin 02, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Usai upacara bendera, tiga siswa kelas VI SDN Pasirangin 02 mendadak mengalami mual dan muntah.

Kondisi itu terjadi setelah siswa menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pihak SDN Pasirangin 02.

Dugaan keracunan pun langsung menyeruak di tengah guru dan orang tua murid, Rabu 1 Oktober 2025.

Kepala SDN Pasir Angin 02, Hawa Hasmilah, masih mengingat jelas bagaimana peristiwa itu terjadi.

Dia menuturkan, awalnya para siswa mengikuti upacara di lapangan.

Seusai itu, sebagian siswa masuk kelas untuk menikmati MBG, sementara sebagian lainnya bersiap menonton pemutaran film G30S/PKI.

Namun, tidak lama kemudian, tiga siswa merasakan gejala tak nyaman.

“Dua anak muntah dan satu lagi hanya mual serta pusing. Itu setelah 10 sampai 15 menit makan MBG. Dari 40 siswa di kelas, hanya tiga yang mengalami keluhan,” ungkap Hawa kepada Radar Bogor, Rabu 1 Oktober 2025.

Sontak, kondisi ini membuat guru-guru khawatir. Apalagi, makanan yang dikonsumsi merupakan bagian dari program MBG yang selama ini dijalankan sekolah untuk menambah asupan gizi siswa.

Meski begitu, mayoritas anak yang juga ikut menyantap menu tersebut tidak mengalami masalah kesehatan.

Untuk memastikan penyebabnya, pihak sekolah segera membawa ketiga siswa ke RSUD Ciawi.

Rasa waswas baru mereda setelah hasil laboratorium keluar.

“Hasil lab semua aman, tidak ada indikasi keracunan. Memang leukositnya agak tinggi, tapi masih batas aman. Jadi tidak perlu rawat inap, cukup diberi obat dan anak-anak boleh pulang,” jelas Hawa.

Meski demikian, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga.

Hawa menegaskan bahwa sekolah sebenarnya sudah memiliki langkah antisipasi sebelum makanan dibagikan ke siswa.

Guru SDN Pasirangin 02 maupun dirinya selalu mencicipi lebih dulu.

“Setiap ada MBG, saya atau guru selalu makan dulu. Tadi pun guru kelas IV sudah mencoba lebih dulu, dan ternyata aman,” katanya.

Sejak Februari, program MBG rutin berjalan di SDN Pasirangin 02.

Menurut Hawa, tidak pernah ada masalah serupa sebelumnya. “Baru kali ini terjadi,” ujarnya menekankan.

Meski sempat menimbulkan kepanikan, Hawa berharap program ini tetap berlanjut.

Baginya, keberadaan MBG sangat penting bagi tumbuh kembang anak-anak, terlebih bagi siswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

“Kalau kata saya mah ini bagus, selagi anak masih aman. Karena tidak semua anak bisa makan dengan baik di rumah, jadi dengan MBG gizinya lebih terpantau,” pungkas Kepala SDN Pasirangin 02. (Cr1)

Editor : Alpin.
#SDN Pasir Angin 02 #keracunan mbg #kabupaten bogor