RADAR BOGOR – SDN Sukawangi 01, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, dengan jumlah 223 siswa, menghadapi dua persoalan serius.
Selain lahan sekolah yang diklaim masuk kawasan hutan oleh Perhutani, kondisi lapangan SDN Sukawangi 01 juga sangat memprihatinkan.
Saat musim hujan, halaman SDN Sulawangi 01 yang seharusnya menjadi tempat upacara dan olahraga berubah layaknya kolam tanpa ikan.
Pantauan Radar Bogor, Kamis 2 Oktober 2025, anak-anak justru tetap terlihat ceria. Meski genangan air memenuhi lapangan yang masih berupa tanah, ketika beristirahat mereka bermain di lokasi tersebut.
Kepala SDN Sukawangi 01, Nandang, mengakui kondisi itu kerap menyulitkan pihak sekolah.
“Tergantung situasi dan kondisi. Kalau misalkan banjir, pelaksanaan upacara situasional saja. Kan ada bagian-bagian yang tidak becek, jadi bisa dialihkan ke sana. Alhamdulillah lahan ini luas,” ungkapnya kepada Radar Bogor, Kamis 2 Oktober 2025.
Namun, kondisi lapangan yang becek membuat kegiatan olahraga tidak bisa berjalan maksimal.
Siswa kerap harus melaksanakan olahraga di dalam kelas karena lapangan tidak dapat digunakan.
“Paling kendalanya kalau kegiatan olahraga. Jadi kadang terlihat seperti olahraga di ruangan,” jelasnya.
Terkait perbaikan, pihak sekolah sudah berulang kali mengajukan melalui musyawarah desa (Musrenbang). Akan tetapi, hingga kini belum ada realisasi.
“Bukan sempat lagi, hampir setiap musyawarah desa, Musrenbang itu sudah beberapa kali kami ajukan. Memintakan gampang, tapi masalahnya kan cepat atau lambatnya realisasi. Sampai hari ini kami masih perlu bersabar,” kata Nandang.
Di sisi lain, status lahan yang diklaim Perhutani semakin menambah tantangan bagi sekolah. Sengketa lahan tersebut membuat berbagai program pembangunan menjadi terhambat.
“Mudah-mudahan segera ada jalan keluarnya. Kami sebagai ASN hanya bisa berharap kepada instansi terkait untuk mencari solusi, agar semua pihak bisa merasa nyaman,” pungkasnya.
Meski menghadapi keterbatasan fasilitas dan persoalan lahan, semangat siswa SDN Sukawangi 01 tidak surut.
Mereka tetap beraktivitas, belajar, dan bermain dengan penuh keceriaan, meski di tengah kondisi sekolah yang jauh dari kata ideal. (cr1)