RADAR BOGOR - Camat Ciomas Tirta Juwarta meminta Pemerintah Desa (Pemdes) Ciapus untuk mempertimbangkan rencana membuka peternakan ayam petelur di Kampung Ciherang Cutak.
Sebelumnya, warga Perumahan Kirana Gardenia menolak pembangunan peternakan ayam oleh Pemdes Ciapus melalui BUMDes Cipta Mandiri lantaran berada di dekat kawasan pemukiman.
"Hal itu masuk ke aduan masyarakat dan kami sudah mengingatkan kepada pemdes untuk dipertemukan dengan adanya aduan masyarakat tersebut," ujar Tirta Juwarta, Kamis, 2 Oktober 2025.
Menurut Tirta permasalahan tersebut sejatinya dapat diselesaikan dengan duduk bersama dengan pihak-pihak terkait.
Terlebih, hal ini berkaitan dengan ketertiban lingkungan dengan rencana adanya peternakan ayam petelur tersebut.
"Kami mengimbau lebih kepada tidak menganggu lingkungan, kami yakin ada solusi sehingga hal tersebut bisa dijadikan jalan keluar," katanya.
Meski demikian, kata Tirta, pihaknya juga tidak menutup kemungkinan peternakan ayam tersebut dapat dikelola dengan metode yang kekinian sehingga tidak menimbukan dampak.
"Tidak menutup kemungkinan karena sudah modern, justru tidak berbau, namun begitu ini harus diselesaikan secara bersama," imbaunya.
Sementara itu, salah seorang warga Perumahan Kirana Gardenia memastikan akan tetap menolak adanya peternakan ayam tersebut.
Selain khawatir menimbulkan bau tidak sedap, warga khawatir akan dampak kesehatan yang ditimbulkan.
"Kalau menghilangkan bau sama sekali itu tidak mungkin, tetapi kalau meminimalisir mungkin iya, tetapi ancaman penyakit itu nyata, kami tidak ada jaminan kalau kandang ayam itu menimbulkan kerugian bagi warga," tegasnya.
Warga juga mempertanyakan proses pembangunan peternakan ayam yang terkesan tidak transparan, belum lagi sosialisasi yang tidak tersampaikan secara utuh ke warga setempat.
"Rencananya kami akan dipertemukan kembali dengan pihak pengelola dan kami akan meminta semua terbuka, jangan sampai pada akhirnya peternakan ayam berjalan dan kami yang dirugikan," tandasnya.(cok)
Editor : Eka Rahmawati