RADAR BOGOR - Pada Minggu (5/10/2025) sore, hujan es mengguyur Kampung Cinangka Desa Cinangka Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor.
Hujan es tersebut diketahui salah seorang warga bernama Santi (37) yang mendengar suara kerikil seperti jatuh di atas atap rumah.
"Kok ada suara seperti batu jatuh di atas atas, saya cek belakang rumah, ternyata es batu berukuran kecil jatuh dari langit," ungkapnya.
Siti menjelaskan, hujan mulai turun dari sekitar jam 15.00 WIB dan tidak kunjung berhenti.
"Sempat berhenti sebentar, namun hujan yang lebih besar turun dan ada es batu di antara air hujan," sebutnya.
Hingga pukul 16.12 WIB, hujan es masih turun di Kampung Cinangka Desa Cinangka, Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor.
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, hujan es dimulai dengan terbentuknya awan Cumulonimbus yang besar karena udara yang hangat dan lembak mulai naik ke atmosfer.
Di dalam awan Cumulonimbus tersebut, udara membawa tetesan air ke suhu yang sangat dingin hingga mencapai minus 60 derajat Celcius, sehingga air membeku dan berubah menjadi butiran es.
Butiran es ini bertemu dengan tetesan air yang sangat amat dingin, kemudian menempel dan membentuk bongkahan es batu.
Karena bongkahan es batu yang semakin berat, akhirnya mulai berjatuhan ke bumi sebagai es batu.
Diketahui, sebelum ada hujan es, biasanya suhu satu hari sebelumnya cukup tinggi dan lembat akibat radiasi matahari yang cukup kuat.
Selanjutnya, saat pagi hari mulai muncul awan Cumulus yang bertumpuk dan dengan cepat berubah warna menjadi abu atau hitam.
Jika terjadi hujan es di sekitar Sobat Bogor, sebaiknya langsung berlindung di tempat yang kokoh.
Bagi kamu yang membawa kendaraan, langsung menepi dan berlindung.
Editor : Siti Dewi Yanti