Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Aisyiyah Kabupaten Bogor Gerakkan Rumah Gizi, Bentuk Nyata Perang Melawan Stunting, Jauh Sebelum Program Makan Bergizi Gratis

Muhammad Ali • Rabu, 8 Oktober 2025 | 17:57 WIB
Kader ‘Aisyiyah Pamijahan bersama perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bogor foto bersama usai kegiatan Rumah Gizi ‘Aisyiyah di Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.
Kader ‘Aisyiyah Pamijahan bersama perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bogor foto bersama usai kegiatan Rumah Gizi ‘Aisyiyah di Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

RADAR BOGOR – Di tengah gencarnya program pemerintah tentang Makan Bergizi Gratis (MBG), Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Bogor telah lebih dulu bergerak melalui program unggulannya, Rumah Gizi ‘Aisyiyah.

Program ini bukan sekadar slogan, melainkan langkah nyata pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan sejak lama dalam upaya menekan angka stunting di daerah.

Rumah Gizi ‘Aisyiyah menjadi pusat layanan dan edukasi gizi berbasis masyarakat yang dikelola langsung oleh kader-kader perempuan ‘Aisyiyah.

Melalui tangan-tangan para kader inilah, semangat menyehatkan bangsa diwujudkan dari dapur keluarga.

Tujuannya jelas untuk meningkatkan status gizi keluarga, mencegah stunting, gizi buruk, dan anemia pada ibu hamil serta balita.

Salah satu titik yang aktif menjalankan program ini adalah Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, yang digerakkan oleh Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Pamijahan.

Program tersebut tumbuh melalui sinergi lintas sektor, melibatkan BMT Khairu Ummah Muhammadiyah Leuwiliang, DP3AP2KB Kabupaten Bogor, serta dukungan penuh pemerintah desa dan masyarakat setempat.

Direktur PKG-P3A Visi Nusantara Maju sekaligus Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bogor, Asep Saepudin, menilai program ini sangat strategis.

Menurutnya, Rumah Gizi bukan hanya mengubah pola makan, tapi juga pola pikir masyarakat tentang pentingnya deteksi dini dan kepedulian bersama terhadap kasus stunting.

“Jangan anggap stunting sebagai aib. Justru kalau ada kasus seperti itu, harus segera dilaporkan agar ditangani. Edukasi yang diberikan ‘Aisyiyah membuat masyarakat lebih sadar dan peduli. Ini langkah nyata, bukan sekadar wacana,” ujarnya kepada Radar Bogor, Rabu 8 Oktober 2025.

Kegiatan yang dikomandani Lina Marlina, Ketua Majelis Kesehatan PDA Kabupaten Bogor, berlangsung dengan penuh semangat.

Para kader ‘Aisyiyah dan Nasyi’atul ‘Aisyiyah turun langsung ke lapangan, menggelar dapur sehat, demo masak bergizi berbahan lokal, penyuluhan ASI eksklusif, MPASI sehat, hingga pendampingan keluarga berisiko stunting.

Bahkan, mereka rutin melakukan kunjungan rumah untuk memantau tumbuh kembang balita.

Lebih menarik lagi, kegiatan ini terbuka untuk semua kalangan tanpa memandang latar belakang organisasi, suku, ras, atau agama.

Semangatnya sederhana tapi kuat “Aisyiyah untuk Semesta.”

“Program ini bukan hanya untuk kader ‘Aisyiyah, tapi untuk semua masyarakat. Karena kesehatan anak bangsa adalah tanggung jawab bersama,” tuturnya.

Langkah-langkah nyata seperti inilah yang menjadi bukti bahwa peran perempuan melalui gerakan sosial keagamaan bisa memberi dampak besar bagi masa depan bangsa.

Dengan Rumah Gizi, ‘Aisyiyah Kabupaten Bogor tidak hanya membangun kesadaran gizi, tetapi juga menanam harapan melahirkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan unggul menuju Indonesia Emas 2045.(cr1)

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Alpin.
#Makan Bergizi Gratis #stunting #kabupaten bogor #rumah gizi