RADAR BOGOR - Kepala Desa (Kades) Kuta Mekar, Uteng berusaha mempertahankan keberadaan Makam Keramat Leuwimanjing, yang masuk kawasan pembangunan Bendungan Cibeet, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor.
Uteng mengatakan, sebagai ahli waris mereka memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikan Makam Keramat Leuwimanjing, yang sekarang akan dibangun pemerintah pusat untuk Bendungan Cibeet.
"Sebagai ahli waris dan anak keturunannya, kami punya kewajiban untuk menyelamatkan makan-makam ini dan melestarikannya," ujarnya kepada Radar Bogor, Kamis 9 Oktober 2025.
Makam keramat di Desa Kuta Mekar, yang harus mereka jaga dan selamatkan, yakni Makom Makom Karomah, Guha Puser Bumi, Sumur-sumur Karomah, dan Hutan Tutupan atau Hutan Larangan.
Kades menyebutkan, makam-makam keramat yang masuk lokasi pembebasan untuk pembangunan Bendungan Cibeet, seperti Makam Uyut Maje atau Eyang Muhamad Jarman, Eyang Agung Warga Naya.
Kemudian makam Eyang Lang Lang Buana, Ibu Emur, Ibu Embar, Eyang Muhamad Ganda, Ama Sailin, Bah Gedig Sangin, Ibu Ratu Laela Nur Sejati, Ayah Majean atau Bah Gede Kiing, dan Eyang Tekong.
"Makam-makam ini berada di 5 titik lokasi yang jaraknya antara makam ke makam lainnya itu sekitar 500 meter. Semuanya masuk lokasi untuk pembangunan Bendungan Cibeet," paparnya.
Sementara itu, Plt Camat Cariu, H Agus mengatakan, pihaknya punya kewajiban mengawal agar proyek pemerintah pusat ini bisa berjalan lancar dan pengerjaannya sesuai target.
"Tugas kami di sini, yakni mengawal program PSN ini sesuai arahan dari pemerintah pusat dan Bupati Bogor," terangnya.
Sekadar informasi, Bendungan Cibeet di Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, ini meruakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Bendungan Cibeet, yang membentang di delapan desa ini dirancang sebagai salah satu solusi untuk mengurangi potensi banjir di wilayah Kabupaten Bekasi dan Karawang.
Bendungan Cibeet berlokasi di Kecamatan Cariu, tidak jauh dari Alun-Alun Cariu atau tepatnya berada di sekitar Jembatan Cibeet yang melintasi Sungai Cibeet.
Sungai Cibeet ini memiliki aliran panjang, mulai dari wilayah Kecamatan Sukamakmur hingga bertemu dengan Sungai Citarum di wilayah Cikarang, yakni perbatasan Kabupaten Bekasi dan Karawang.
Bendungan Cibeet ini direncang agar memiliki peran strategis dalam mereduksi risiko banjir di Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang hingga 66 persen.
Luas lahan milik masyarakat delapan desa di Kecamatan Cariu, yang kini masih dalam proses pembebasan untuk pembangunan Bendungan Cibeet, ada kurang lebih 1.700 hektare.
Dengan luas genangan mencapai 735 hektare dan kapasitas tampung air sekitar 22,5 juta meter kubik, Bendungan Cibeet ini juga diharapkan dapat menjadi sumber daya air yang bermanfaat untuk berbagai kebutuhan masyarakat.
Proyek pembangunan Bendungan Cibeet, Kabupaten Bogor, ini sudah dimulai pada pertengahan tahun 2024 dan ditargetkan selesai pada tahun 2029.(**)
Editor : Alpin.