Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Niat Mancing Berakhir Duka, Remaja di Hambalang Bogor Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Tiga Hari Pencarian

Muhammad Ali • Jumat, 10 Oktober 2025 | 17:29 WIB
Proses evakuasi jasad remaja yang ditemukan meninggal di Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jumat 10 Oktober 2025.
Proses evakuasi jasad remaja yang ditemukan meninggal di Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jumat 10 Oktober 2025.

RADAR BOGOR – Seorang remaja warga Kampung Tegal RT 10/04, Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, ditemukan meninggal dunia setelah dinyatakan hilang selama tiga hari, Jum'at 10 Oktober 2025.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, menjelaskan berdasarkan laporan yang diterima, korban sebelumnya berpamitan kepada ibunya pergi memancing di danau tidak jauh dari rumahnya di Hambalang Selasa 7 Oktober 2025 sekitar pukul 09.00 WIB.

“Pihak keluarga mencari dan menanyakan ke tetangga di Hambalang dan tidak ada yang mengetahuinya hingga malam hari. Pihak keluarga menyatakan kehilangan anaknya,” ungkap Adam kepada Rada Bogor, Jum'at 10 Oktober 2025.

Mendapat laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari TRC-PB BPBD Kabupaten Bogor, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, staf desa, dan warga setempat langsung melakukan pencarian di sekitar area danau tempat korban biasa memancing.

Upaya pencarian dilakukan secara intensif selama tiga hari. Pada hari pertama, Rabu 8 Oktober 2025, tim bersama warga melakukan pencarian di area danau. Namun, setelah dilakukan evaluasi, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Tim sudah berusaha melakukan pencarian namun tidak ditemukan tanda maupun barang bukti korban, ditambah tidak adanya saksi mata,” jelas Adam.

Pencarian dilanjutkan pada hari kedua, Kamis 9 Oktober 2025. Tim gabungan kembali menyisir area danau dan kali-kali kecil di sekitar lokasi. Namun hingga sore hari, korban belum juga ditemukan.

Tim kemudian memberikan imbauan kepada masyarakat agar jika melihat atau menemukan tanda-tanda keberadaan korban segera melaporkan kepada petugas atau dinas terkait.

Pada hari ketiga, Jumat 10 Oktober 2025, titik terang akhirnya muncul. Sekitar pukul 06.00 WIB, seorang warga yang hendak pergi ke kebun menemukan sesosok tubuh disekitar lokasi kejadian.

Warga kemudian melaporkan temuannya kepada pihak berwenang untuk segera dilakukan evakuasi.

“Tim TRC BPBD langsung melakukan evakuasi, dan korban dibawa ke kediamannya untuk dilakukan pemakaman,” kata Adam.

Sementara itu, Kapolsek Citeureup, Kompol Eddy Santosa, menjelaskan bahwa korban memang memiliki riwayat penyakit epilepsi yang berisiko jika beraktivitas di sekitar air.

Menurutnya, sebelum kejadian warga sempat mengingatkan korban agar tidak pergi memancing sendirian.

“Ya hari itu, ada yang lihat ke sungai ditanya ‘mau ke mana, jangan mancing’, tetangganya gitu lah ngingetin. Karena warga udah tahu dia punya bawaan etilefsi, kan kalau kena air itu bahaya. Nyungsep ya gak ketahuan,” tuturnya.

Eddy menambahkan, korban diduga tenggelam di Hambalang akibat penyakit epilepsinya kambuh saat sedang memancing. “Intinya, diduga dia punya penyakit epilefsi yang sangat tinggi,” tegas Eddy.

Korban diketahui memiliki ciri-ciri tinggi badan sekitar 150 cm, kulit sawo matang, mengenakan kaos bola berwarna merah putih dan celana pendek saat terakhir kali terlihat.

Kini, peristiwa tragis tersebut menjadi duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar yang selama tiga hari turut membantu proses pencarian. (cr1)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #remaja #hambalang