Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jadi Pusat Gerakan Bertaawun, Program Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis KUA dan Kampung Zakat Resmi Diluncurkan di Bogor

Yosep Awaludin • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 14:15 WIB
Peluncuran Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) Berbasis KUA dan Kampung Zakat 2025 di Auditorium Sekda, Cibinong, Sabtu 11 Oktober 2025.
Peluncuran Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) Berbasis KUA dan Kampung Zakat 2025 di Auditorium Sekda, Cibinong, Sabtu 11 Oktober 2025.

RADAR BOGOR — Keceriaan dan suasana penuh semangat mewarnai peluncuran Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) Berbasis KUA dan Kampung Zakat 2025 di Auditorium Sekda, Komplek Pemkab Bogor Cibinong, Sabtu 11 Oktober 2025.

Kick off Program PEU berbasis KUA dan Kampung Zakat ini menjadi tonggak penting peran baru KUA sebagai pusat gerakan berta’awun untuk membangun kesejahteraan masyarakat.

Program PEU berbasis KUA dan Kampung Zakat dirancang untuk mengubah wajah KUA dari sekadar kantor layanan keagamaan menjadi pusat pemberdayaan ekonomi berbasis umat.

Di tempat yang dulu hanya menjadi ruang administrasi, kini lahir pelatihan bisnis mikro,
bimbingan usaha, dan penyaluran modal berbasis zakat produktif.

Peluncuran ini dihadiri Bupati Bogor yang diwakilkan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kakanwil Kemenag Jawa Barat, serta perwakilan dari Baznas, Forum Zakat (FOZ), dan berbagai lembaga sosial keagamaan.

Acara berlangsung serentak dengan Kick Off nasional via Zoom oleh Kemenag RI yang menghubungkan puluhan KUA di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini diisi dengan penyerahan bantuan simbolis Program Kampung Zakat, penyaluran bantuan ekonomi produktif, serta bantuan kaki palsu untuk penyandang disabilitas.

Acara juga diramaikan oleh Bazar Produk UMKM para penerima manfaat, yang menampilkan produk dan karya pelaku UMKM hasil pendampingan LAZ Rabbani dan KUA setempat.

Dalam sambutannya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H Zaenal Ashari mengatakan, Pemkab Bogor menyambut baik program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) Berbasis KUA dan Kampung Zakat 2025.

Menurutnya, program ini sebagai wujud nyata komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan umat, memberdayakan ekonomi masyarakat, dan mengoptimalkan potensi zakat sebagai instrument dalam mengentaskan kemiskinan serta pemerataan pembangunan.

"Dengan adanya program ini, peningkatan kesejahteraan masyarakat diharapkan dapat dirasakan, khususnya di wilayah-wilayah yang jadi fokus program Kampung Zakat," tuturnya.

Selain itu, melalui program ini, peluang usaha baru bagi masyarakat, dan terciptanya lapangan kerja dapat dimaksimalkan, dengan mengoptimalisasi peran KUA ditingkat kecamatan serta penguatan ekosistem zakat yang esklusif dan berkelanjutan.

"Kita semua berharap program ini dapat dirasakan manfaatnya oleh lebih dari 6 juta jiwa masyarakat Kabupaten Bogor yang tersebar di 40 kecamatan,"

Melalui kesempatan ini ia mengucapkan terima kasih kepada Kemenag RI khususnya DIrektorat pemberdayaan Zakat dan Wakaf yang telah memluncurkan program ini.

"Juga terima kasih kepada instansi, Lembaga, stakeholder terkait dan seluruh elemen masyarakat yang telah bersama-sama membangun bangsa, kami menyadari bahwa sinergi dan kolaborasi lah yang menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang berkelanjutan," tuturnya.

Dirjen Bimas Islam, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., menyampaikan bahwa transformasi peran KUA ini adalah bentuk nyata dari berta’awun fil khair, bekerja sama dalam kebaikan.

“Masjid dan KUA bukan hanya tempat beribadah, tapi menjadi sumber inspirasi untuk membangun ekonomi yang adil dan berkelanjutan,” tuturnya.

Menurut Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, M.Ag., model PEU Berbasis KUA ini akan menjadi prototipe nasional gerakan zakat produktif.

“KUA adalah simpul yang menjembatani nilai ibadah dengan aksi sosial. Dari masjid ke pasar, dari dakwah ke kemandirian,” ujarnya.

Ketua LAZ Rabbani, Muhammad Faried menambahkan, keberhasilan Program PEU berbasis KUA ini berawal dari sinergi.

“Setiap KUA memiliki potensi besar untuk menjadi titik gerak perubahan. LAZ Rabbani hadir untuk mendamping, memotivasi dan memberdayakan penerima manfaat, agar semangat ta’awun benar-benar menghasilkan dampak ekonomi yang nyata,” ungkapnya.

Dengan semangat berta’awun, program ini diharapkan memperkuat jembatan antara nilai spiritual dan kebutuhan sosial.

Bahwa ibadah tidak berhenti di sajadah, tetapi bergerak ke pasar, sawah, dan usaha kecil masyarakat. Inilah bentuk dakwah bil amal, berdakwah melalui tindakan nyata.

Program PEU dan Kampung Zakat 2025 bukan hanya gerakan pemberdayaan ekonomi, tapi juga gerakan kebangsaan yang menyatukan niat baik semua pihak.

Ketika lembaga, pemerintah, dan masyarakat bergerak bersama, maka yang lahir bukan hanya ekonomi yang tumbuh, tapi umat yang kuat dan saling menguatkan.

Seorang ibu rumah tangga sebagai salah satu penerima manfaat program PEU 2025, menceritakan bagaimana modal usaha dari porgram ini bisa menggerakkan kembali usahanya yang sempat lesu.

“Kami tidak hanya diberikan modal berupa uang, tapi juga dibimbing cara mengelola usaha dan mengembangkan usaha. Alhamdulillah, sekarang kami bisa lebih mandiri,” ujarnya haru. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#Pemberdayaan Ekonomi Umat #LAZ Rabbani #kampung zakat #kua