RADAR BOGOR – Proyek Jembatan Transyogi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, kembali menjadi sorotan setelah sebagian badan jembatan di kawasan tersebut mengalami ambles saat uji coba open traffic.
Kondisi Jembatan Transyogi itu sempat menimbulkan kekhawatiran pengguna jalan, karena kemacetan panjang setiap harinya terjadi.
Meski pihak pelaksana proyek pembangunan Jembatan Transyogi memastikan perbaikan segera dilakukan, kemacetan tidak bisa terhindari.
Koordinator lapangan penyedia jasa, Feri, mengungkapkan bahwa amblesnya jembatan terjadi pada Minggu 12 Oktober 2025.
Ia menjelaskan, pihaknya sengaja belum melakukan perbaikan karena masih dalam tahap uji coba lalu lintas sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Menurutnya, tahap open traffic memang dilakukan untuk menguji kekuatan konstruksi sekaligus mengetahui titik-titik yang berpotensi bermasalah setelah pekerjaan utama selesai.
“Jadi untuk mengetahui atau meraba-raba problemnya di mana, jadi alhamdulillah problem amblesnya ini memang tujuan kita untuk meraba-raba mana yang trouble,” ujar Feri kepada Radar Bogor, Senin 13 Oktober 2025.
Ia menambahkan, hasil uji coba tersebut menjadi acuan penting bagi tim pelaksana sebelum melakukan pengaspalan secara total.
Dengan begitu, tidak akan ada lagi kerusakan berkelanjutan setelah proyek rampung.
Feri memastikan, perbaikan di titik ambles akan segera dilakukan dalam waktu dekat.
“Bakal dibenerin lagi dua hari ke depan, insyaallah sudah normal lagi dan semoga minggu besok beres,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyebab utama amblesnya jalan berasal dari dua faktor, yakni kendaraan truk yang melintas dengan muatan berlebih dan kondisi alami yang biasa terjadi dalam masa open traffic.
Menurut Feri, situasi seperti ini merupakan hal lumrah dalam proses pengujian beban jalan.
Pasalnya, tahap tersebut bertujuan untuk mengukur daya tahan struktur terhadap lalu lintas padat di Jalan Raya Transyogi.
“Alhamdulillah saat ini tidak ada lagi kendala yang lain untuk proyek Jembatan Transyogi,” pungkasnya.(cr1)