Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Imbas Penutupan Tambang di Parung Panjang Bogor, Penyedia Jasa Konstruksi Keluhkan Sulitnya Dapat Bahan Material

Septi Nulawam Harahap • Senin, 13 Oktober 2025 | 19:00 WIB
Proyek rekonstruksi Jalan Prumpung - Gunungsindur - Cicangkal senilai hampir Rp 12 miliar yang menghubungkan Kecamatan Gunungsindur dan Rumpin.
Proyek rekonstruksi Jalan Prumpung - Gunungsindur - Cicangkal senilai hampir Rp 12 miliar yang menghubungkan Kecamatan Gunungsindur dan Rumpin.

RADAR BOGOR - Penyedia jasa konstruksi mengeluhkan sulitnya mendapat bahan baku material imbas ditutupnya perusahaan tambang di wilayah Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang.

Kalau pun ada, harganya jauh lebih mahal dari biasanya akibat ditutupnya perusahaan tambang di wilayah Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang.

Sekretaris DPC Asosiasi Kontraktor Nasional (Askonas) Kabupaten Bogor, Jonarudin Syach mengatakan, penutupan kegiatan tambang di tiga kecamatan wilayah di Bogor Barat mulai berdampak pada proses pembangunan di Bumi Tegar Beriman.

"Dampaknya harga bahan baku naik, lebih tepatnya disebut berpindah harga karena saat ini harga bahan baku seperti beton menjadi Rp 125 hingga 150 ribu per kubik," ujarnya kepada Radar Bogor, Senin 13 Oktober 2025.

Menurut Jonarudin, permasalahan ini telah dirapatkan bersama para penyedia jasa konstruksi pemenang proyek tahun 2025 dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor.

Namun sampai saat ini belum ada informasi yang memberikan ketenangan bagi para penyedia jasa konstruksi.

Ia khawatir, kondisi ini akan menghambat proses pembangunan yang sedang berjalan dan berakhir pada mangkraknya pembangunan.

"Kalau memang tidak ada langkah dari Pemkab Bogor menyikapi permasalahan ini, diprediksi banyak pekerjaan yang akan mangkrak. Maka saya mewakili para pengusaha berharap ada solusi dari Bupati Bogor," harapnya.

Terpisah, Ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Kabupaten Bogor, Shinta Dec Checawaty mengimbau, pihak-pihak yang terdampak penghentian kegiatan pertambangan di Parungpanjang dan sekitarnya bersabar sementara waktu.

Ia meyakini, Pemprov Jabar akan mengevaluasi kebijakan tersebut dengan mempertimbangkan dampak bagi para pelaku usaha tambang termasuk penyedia jasa konstruksi.

"Untuk semua pelaku usaha agar bisa menyesuaikan dengan kebijakan ini, dan saya yakin pemerintah sudah berpikir langkah yg terbaik, baik solusi jangka pendek maupun jangka panjang," tegasnya.

Shinta Dec Checawaty juga menyakini kebijakan ini tidak akan berlangsung lama.

Sebab, proses pembangunan harus terus berjalan dan merata di Kabupaten Bogor.

"Walaupun memang sekarang banyak hal-hal yang memang bersinggungan. Tapi saya yakin bahwa ini tidak berlangsung lama," tandasnya.(cok)

Editor : Alpin.
#parung panjang #penyedia jasa konstruksi #kabupaten bogor