RADAR BOGOR - Seorang pria mengaku sebagai habib dan meminta paksa sejumlah sarung kepada pesantren di Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.
Aksi pria yang mengaku sebagai habib itu terhenti setelah warga menyadari kebohonganny dan sempat menjadi bulan-bulanan santri yang tertipu.
Anggota kepolisian pun datang dan mengamankan pria tersebut yang sempat dihajar massa.
Kapolsek Cijeruk, AKP Didin Komarudin mengatakan, peristiwa itu bermula saat pria yang diketahui bernama Heru itu mendatangi salah satu pesantren di Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, pada Sabtu 11 Oktober 2025 lalu.
Datang dan mengaku sebagai habib, pria tersebut lantas meminta paksa sarung ke sejumlah santri.
"Karena menghargai dan meyakini itu habib, akhirnya santri yang diminta sarung memberikan sebanyak tiga sarung kepada yang mengaku habib tersebut," ungkapnya.
Lantaran curiga, lanjut AKP Didin, para santri mencari kebenaran dari pria tersebut dan diketahui bukan merupakan seorang habib.
Kemudian warga pun mencari keberadaan pelaku. Hingga Senin, 13 Oktober 2025 pelaku diketahui berada di wilayah Caringin.
Setelah ditemukan, pelaku sempat ditanya terkait silsilah habaib yang dimilikinya.
"Namun laki-laki tersebut tidak bisa menjelaskan silsilah kehabibannya dan tidak ada garis keturunan habib, sempat ada aksi kekerasan oleh santri yang merasa kecewa dan ditipu," beber Kapolsek Cijeruk.
Khawatir keributan meluas, pihak Polsek Caringin yang menerima laporan kejadian langsung ke TKP dan mengamankan pelaku beserta barang bukti sarung yang dia minta sebelumnya.
Pelaku kemudian dibawa ke Polsek Cijeruk untuk menjalani pemeriksaan. Pelaku diketahui merupakan warga, Parakan Salak, Sukabumi.
Usai dilakukan mediasi, pihak santri tidak mempermasalahkan secara hukum perbuatan pelaku.
Namun pelaku diminta untuk mengembalikan sarung yang diterimanya dari santri.
"Pelaku juga tidak berkenan datang ke pesantren, dan telah dikembalikan ke keluarganya," tandas AKP Didin.(cok)
Editor : Alpin.