RADAR BOGOR – Pemilik usaha pengoplosan gas elpiji di Kampung Cibeureum, Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, berhasil diringkus Polsek Cileungsi.
Pemilik usaha pengoplosan gas elpiji berinisial R mengaku kerap didatangi orang-orang yang mengaku sebagai wartawan dari berbagai media.
Dalam pemeriksaan di Polsek Cileungsi, R menyebut orang-orang tersebut datang secara bergantian ke lokasi pengoplosan dengan alasan melakukan peliputan.
Namun, ia tidak pernah mengetahui asal media yang mereka bawa.
“Sering datang ke sini, saya gak tahu medianya apa. Sekali datang dikasih seratus ribu,” ujar R kepada Radar Bogor, Jumat 17 Oktober 2025.
R menambahkan, orang-orang itu datang tanpa jadwal tetap. Kadang wajahnya sama, kadang juga berbeda.
Meski demikian, mereka selalu membawa nama media untuk memperoleh uang dari pihaknya 100 ribu perorang sekali dateng.
“Kadang orangnya sama, kadang juga baru. Kenalnya cuma gitu-gitu aja,” ucapnya.
Selain itu, R juga mengungkapkan bahwa dirinya menggunakan handy talky (HT) untuk memantau situasi di sekitar lokasi pengoplosan.
Orang-orang yang berjaga di luar bertugas memberi informasi jika ada orang asing datang atau jika stok es batu untuk proses penyuntikan gas mulai menipis.
“Gunakan ht untuk kalau es habis minta es, kalau ada orang asing mashk dia (yang diluar megang ht) akan menginformasikan,” jelasnya.
Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, membenarkan bahwa lokasi pengoplosan tersebut memang dijaga secara ketat.
Dia menyebut pelaku menggunakan berbagai cara agar aktivitas mereka tidak terendus petugas, termasuk sistem komunikasi tertutup.
“Ketika ada yang masuk, langsung diinformasikan ke rekan-rekan di dalam. Ini fungsinya untuk mengantisipasi kalau ada yang datang atau mau mengganti es, karena mereka pakai es sebagai pendingin saat proses penyuntikan,” kata Edison.(cr1)
Editor : Alpin.