RADAR BOGOR - Tim Pelayanan Rohani RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang mengadakan doa dan dzikir bersama keluarga pasien di Masjid Hj. Fatimah.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta memberikan ketenangan batin bagi keluarga pasien RSUD R Moh Noh Nur.
Keluarga pasien RSUD R Moh Noh Nur dari ruang rawat inap dan unit intensif seperti ICU, NICU, dan PICU mengikuti kegiatan yang berlangsung khidmat ini.
Anoegrah Sutrisna, perwakilan dari Tim Pelayanan Rohani RSUD R Moh Noh Nur, memberikan tausiah pada awal acara.
Dalam tausiahnya, ia menyampaikan betapa pentingnya kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan hati dalam menghadapi ujian kesehatan.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap doa dan upaya yang tulus akan selalu mendapat jalan terbaik dari Allah SWT.
Yosep Andriana, perwakilan dari Tim Pelayanan Rohani RSUD R Moh Noh Nur, memimpin pembacaan dzikir dan doa bersama setelah tausiah.
Keluarga pasien mendengarkan doa dan zikir dengan hati-hati, menciptakan suasana yang tenang, dan memberikan semangat spiritual kepada mereka untuk mendukung anggota keluarganya yang berjuang untuk sembuh.
Keluarga pasien juga berterima kasih atas acara tersebut. “Kami merasa lebih tenang setelah mengikuti doa dan dzikir ini,” katanya.
"Saya merasa lebih tenang dan memiliki kekuatan baru untuk terus mendampingi keluarga yang dirawat. Terima kasih kepada pihak rumah sakit yang telah mengadakan kegiatan seperti ini," ungkapnya.
Direktur RSUD R Moh Noh Nur, mengucapkan terima kasih kepada Tim Pelayanan Rohani karena selalu mengadakan acara keagamaan di lingkungan rumah sakit.
Dia menyatakan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari upaya RSUD R Moh Noh Nur untuk memberikan layanan kesehatan yang komprehensif yang tidak hanya berfokus pada perawatan medis tetapi juga pada keseimbangan mental dan spiritual pasien dan keluarganya.
Kegiatan doa dan dzikir bersama ini, yang diadakan dalam suasana yang hangat dan penuh makna, diharapkan dapat terus menjadi wadah pembinaan rohani sekaligus mempererat hubungan antara rumah sakit dan masyarakat. (***)
Editor : Yosep Awaludin